Iran Ungkap Cara Perekrutan Mata-mata CIA
Dalam konferensi pers, kepala kontra-intelijen memaparkan, badan intelijen AS itu bisa memperoleh mata-mata berkat "jebakan visa".
Penulis: Beni Yulianto | Editor: wakos reza gautama
Washington kemudian membuat kebijakan dengan menerapkan sanksi kepada Iran, dan dibalas dengan pengayaan uranium melebihi kesepakatan dalam perjanjian 2015.
Juni lalu, Trump sempat membatalkan serangan udara yang diperintahkannya sendiri sebagai balasan setelah Iran mengumumkan sudah menembak jatuh drone AS.
Tensi kemudian berkembang ketika Marinir Inggris menyerbu kapal tanker super di perairan Gibraltar Juli ini karena diduga melanggar sanksi Uni Eropa.
Teheran melalui Garda Revolusi menanggapi dengan mengumumkan penangkapan kapal tanker berbendera Inggris di Selat Hormuz pada Jumat (19/7/2019).
Tangkap Mata-mata
Sebelumnya Iran menyatakan sudah membongkar jaringan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat ( CIA), dan memberi hukuman mati bagi terduga mata-mata.
Dalam pemberitaan kantor berita Fars, Kementerian Intelijen Iran mengklaim menangkap 17 "mata-mata CIA" dengan beberapa di antaranya dihukum mati.
Dilaporkan Daily Mirror Senin (22/7/2019), agen rahasia itu disebut disusupkan di sektor kritis Itan.
Seperti ekonomi, nuklir, hingga teknologi siber.
"Intelijen kami berhasil membongkar jaringan mereka. Beberapa di antaranya dihukum mati karena sudah bertindak korup," ujar pejabat anonim Iran.
Washington hingga saat ini belum memberikan tanggapan, dengan kabar itu terjadi di tnegah hubungan yang memanas antara Iran dengan negara-negara Barat.
Pada akhir pekan kemarin, Teheran mengumumkan sudah menahan kapal tanker berbendera Inggris di Selat Hormuz karena dituduh melanggar "peraturan maritim internasional".
Minggu (21/7/2019), muncul rekaman percakapan antara kapal perang Inggris HMS Montrose dengan kapal patroli Iran perihal kapal tanker Stena Impero.
Perdana Menteri Inggris Theresan May rencananya memimpin rapat kabinet darurat atau Pertemuan Kobra untuk membahas Stena sekaligus sikap London.
Kemudian pada Sabtu (20/7/2019), negara Teluk itu merilis video yang mematahkan klaim Presiden AS Donald Trump bahwa kapal perangnya sudah menghancurkan drone Iran.
• Indonesia Sempat Gegerkan Dunia dengan Ciptakan Bom Nuklir Sendiri, Amerika Sampai Lakukan Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-mata-mata.jpg)