Tribun Lampung Selatan

Kekurangan Air Bersih Ancam Dua Dusun di Bakauheni

Kemarau panjang yang terjadi saat ini membuat sumur tampungan air hujan warga di kedua dusun tersebut sudah kering.

Kekurangan Air Bersih Ancam Dua Dusun di Bakauheni
Ist
Warga dusun Kayu Tabu dan Pematang Macan desa Klawi kecamatan Bakauheni saat mengantri mendapatkan air bersih bantuan dari pemerintah daerah. 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Ancaman kekurangan air bersih kini mulai mengintai masyarakat yang tinggal di Dusun Kayu Tabu dan Pematang Macan desa Klawi kecamatan Bakauheni.

Kemarau panjang yang terjadi saat ini membuat sumur tampungan air hujan warga di kedua dusun tersebut sudah kering.

Saat ini sumber air yang tersisa hanyalah sumber air dari bukit yang debitnya juga sudah mulai berkurang.

“Memang sudah mulai kering sekarang.Warga sudah mulai terpaksa mengambil air pada sumber air umum,” terang Ardi salah seorang warga dusun Kayu Tabu Kepada tribun, selasa lalu.

Saat ini, terang dirinya, warga memang belumlah sampai harus membeli air bersih guna mencukup kebutuhan sehari-hari.

Namun jika hingga agustus mendatang tidak turun hujan dipastikan warga dikedua dusun tersebut akan kekurangan air bersih.

Diteriaki Sok Seksi, Emak-emak di Bandar Lampung Saling Jambak Sampai Dipisahkan 4 Orang

“Kalau sampai pekan depan tidak turun hujan, pastilah mulai kekurangan air bersih. Karena sumur tampungan hujan di rumah sudah pada kering,” kata dia.

Bahkan beberapa hari lalu, lanjutnya, sudah ada bantuan air bersih dari pemerintah kabupaten dengan menggunakan mobil damkar.

Dusun Kayu Tabu dan Pematang Macan sendiri merupakan dua dusun yang langganan mengalami kekeringan saat musim kemarau. Dikedua dusun ini warga tidak memiliki sumur galian. Dan hanya mengandalkan sumur tampungan.

“Beberapa waktu lalu dari pemerintah daerah melalui program CSR (corporate social responsibility) sudah pernah membuat sumur bor. Tetapi hingga kedalaman mencapai 80 meter tidak ditemukan air,” terang Yudi warga lainnya.

Karena kodisi inilah, setiap musim kemarau warga pun tidak jarang harus membeli air guna mencukupi kebutuhan mereka.

Selain membeli air, warga biasanya mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah maupun dari relawan penggiat pustaka di Bakauheni.

Jumlah kepala keluarga yang mendiami kedua dusun mencapai 145 KK. Dimana untuk di pematang macang mencapai sekitar 25 KK dan di Kayu Tabu mencapai 120 KK.

(Tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved