Penderita Bipolar Alami Fase Mania dan Depresif
Gangguan mental bisa dialami seseorang. Jenisnya pum beragam. Satu diantaranya adalah bipolar.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: martin tobing
Laporan Wartawan Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Gangguan mental bisa dialami seseorang. Jenisnya pum beragam. Satu diantaranya adalah bipolar.
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai perubahan emosi yang drastis. Seseorang menderita bipolar dapat merasakan gejala mania dan depresif.
Psikolog Octa Reni Setiawati, S.Psi, M.Psi mengatakan, gejala mania dan depresif merupakan fase bipolar. Fase mania yakni tiba-tiba bahagia, senang, dan marah. Fase depresi penderita tiba-tiba sedih dan menangis.
"Contoh orang mengalami bipolar fase depresi, saat sedang berada disituasi yang seharusnya dia bersenang-senang dan bahagia, tapi dia justru merasa sedih".
"Dia tanpa bisa menjelaskan apa yang membuatnya sedih," ujar Psikolog dari Universitas Malahayati itu.
Menurut Octa, bipolar jika dibiarkan begitu saja akan mengganggu hubungan interpersonal atau hubungan dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Selain itu, bisa memengaruhi kualitas hidupnya.
• Kenali Gejala Dipicu Aliran Darah Tidak Lancar
Semisal, tidak semangat sekolah mengakibatkan prestasinya menjadi menurun. Bisa juga tidak semangat bekerja yang mengakibatkannya kehilangan kesempatan untuk promosi naik jabatan.
Dampak lain gangguan bipolar bisa membuat kehilangan kesempatan. Contoh kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan.
Kesempatan itu bisa hilang saat sedang wawancara kerja tiba-tiba saja bipolar fase depresinya kambuh. Penderita tiba-tiba sedih atau menangis.
"Kalau sedih biasanya tidak semangat. Itu yang membuat orang yang mewawancarainya menjadi tidak tertarik. Kebanyakan orang yang wawancara pasti tertarik pada orang yang semangat," kata Octa
Terkait pemicu bipolar menurutnya karena faktor sosial, lingkungan dan fisik. Faktor sosial pernah mengalami trauma berat.
Faktor lingkungan seperti stres berat dan emosi. Sedangkan faktor fisik seperti sering bedagang yang menyebabkan jam biologisnya menjadi berantakan.
• Sering Teriak Picu Bejolan Pita Suara
Octa menyatakan, mengetahui seseorang atau diri sendiri mengalami gangguan bipolar atau tidak, tidak bisa berdasarkan membaca artikel yang banyak tersaji di mesin pencari Google.
Tapi harus datang ke dokter jiwa atau psikiater, atau psikolog klinis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-bipolar-everyday-health_20180330_164920.jpg)