Tribun Metro

Konsep Ruko Jl Sudirman Diminta Ramah Orangtua dan Anak-anak

DPRD Kota Metro meminta pembangunan ruko Jalan Jendral Sudirman memenuhi segala aspek, salah satunya ramah penyandang disabilitas.

Konsep Ruko Jl Sudirman Diminta Ramah Orangtua dan Anak-anak
TRIBUN LAMPUNG/INDRA SIMANJUNTAK
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro telah melelang material bangunan ruko di Jalan Jenderal Sudirman 

Konsep Ruko Jl Sudirman Diminta Ramah Orangtua dan Anak-anak

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - DPRD Kota Metro meminta pembangunan ruko Jalan Jendral Sudirman memenuhi segala aspek, salah satunya ramah penyandang disabilitas.

Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda mengatakan, sebagai penyandang visi Kota Pendidikan, Bumi Sai Wawai wajib memberi contoh kepada masyarakat dan daerah lain dalam setiap perencanaan pembangunan.

DPRD Metro Minta Pembangunan Ruko di Jalan Jendral Sudirman Ramah Penyandang Disabilitas

Sehingga dampak pembangunan betul-betul memerhatikan keramahan lingkungan, penyandang disabilitas, anak-anak, wanita hamil, hingga orangtua. Artinya, konsep atau perencanaan harus betul-betul dibuat memenuhi aturan.

"Intinya kita ingin Metro lebih baik. Pembangunan ini kan untuk mempermudah masyarakat, bukan sebaliknya malah mempersulit. Seperti tempat parkir dan fasilitas lainnya, itu wajib dan harus memadai," bebernya, Senin (29/7).

Realisasi Ruko Jl Sudirman, Pemkot Akan Dapatkan Kontribusi Rp 20 M

Pihaknya juga meminta pedestrian atau trotoar harus dibuat seapik dan senyaman mungkin. Seperti halnya di kota-kota lain yang bisa dicontoh. Tidak hanya ramah bagi pejalan kaki, namun dapat dinikmati sebagai tempat bersantai, swafoto, dan lainnya.

"Jadi kita minta itu ada kursi-kursi dan taman supaya orang bisa bersantai di sana. Ini kan sebagai wujud kota pariwisata keluarga. Kemarin kita ditunjukkan gambarnya, ya harus seperti itu. Kita dukung kalau untuk kebaikan Kota Metro," katanya lagi.

Ia menambahkan, DPRD akan melakukan proses pengawasan mulai dari awal hingga pembangunan selesai. Dengan tujuan, tidak ada yang melenceng dari perencanaan dan kesepakatan yang telah ditetapkan bersama.

"Dan yang paling utama, harus sesuai garis sempadan bangunan (GSB), karena penghapusan pertokoaan itu kan awalnya melanggar itu," imbuhnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved