Tribun Tanggamus

Dishub Tanggamus Buka Layanan Uji KIR Kendaraan dari Pesisir Barat dan Pringsewu

Dinas Perhubungan Tanggamus menyatakan, bisa menerima layanan uji KIR kendaraan angkut asal Tanggamus, Pringsewu dan Pesisir Barat.

Tribunnews
Ilustrasi Uji KIR 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Dinas Perhubungan Tanggamus menyatakan, bisa menerima layanan uji KIR kendaraan angkut asal Tanggamus, Pringsewu dan Pesisir Barat.

Suroyo, Sekretaris Dishub Tanggamus menjelaskan, kondisi itu terjadi karena lokasi pengujian KIR di Lampung baru ada tiga yakni, di Bandar Lampung, Lampung Tengah dan Tanggamus.

Di Tanggamus status layanan uji KIR hanya tipe C.

"Kami membuka layanan untuk pemilik kendaraan dari dalam kabupaten dan luar kabupaten yang mau uji KIR di sini. Kalau dari luar mungkin Pringsewu dan Pesisir Barat yang sekitaran Tanggamus," katanya, Selasa (30/7/2019).

Ratusan Warga Tiga Pekon Tanggamus Tanda Tangan Petisi Terkait Pembangunan Jembatan

Suroyo menambahkan, sampai saat ini belum ada kendaraan dari luar Tanggamus yang uji KIR.

“Dishub kabupaten lain juga belum ada yang kerjasama dengan kami. Tapi kami terima saja dari kendaraan dari luar kalau datang," ujarnya.

Pembukaan layanan uji KIR di Tanggamus berdasarkan Keputusan Dirjend Perhubungan Darat Nomor KP. 1950/AJ.502/DRJD/2019 tentang Penetapan Akreditasi Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan.

Peralatan uji KIR di Tanggamus telah memenuhi standar kalibrasi layanan uji KIR sesuai aturan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub.

Saat ini peralatan uji KIR di Tanggamus ada enam yakni.

Calon Haji Tertua Asal Tanggamus Usia 95 Tahun, Termuda 23 Tahun

Rinciannya, alat uji rem, timbangan, dua alat emisi gas buang masing-masing satu untuk kendaraan berbahan bakar bensin dan solar, head light (alat uji lampu), dan alat uji kincup roda untuk menguji tingkat kemiringan ban.

Suroyo menyatakan, saat ini pelayanan uji KIR kendaraan harus benar-benar riil. Kendaraan harus menjalani uji KIR dan dibawa ke tempat uji KIR untuk diukur rutin setiap enam bulan sekali.

"Untuk itu maka semua peralatan uji KIR harus ada, yang disesuaikan dengan tipe akreditasinya dan juga berfungsi normal".

"Sehingga bisa digunakan untuk mengukur komponen pada kendaraan secara riil," terangnya. (*)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved