Hemat Pakai BBG, Taxi Bandara di Lampung Rasakan Manfaat Konversi Sumber Daya Energi Gas Bumi.

Pengemudi Taxi Bandara di lampung rasakan langsung efisiensi biaya penggunaan bahan bakar kendaraan Gas Bumi.

Hemat Pakai BBG, Taxi Bandara di Lampung Rasakan Manfaat Konversi Sumber Daya Energi Gas Bumi.
Istimewa
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Provinsi Lampung yang berdiri sejak Agustus 2016, tepatnya di area jalur lintas provinsi, Jl. Soekarno Hatta km 9. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk terus berupaya memaksimalkan pemanfaatan gas bumi untuk berbagai sektor mulai dari rumah tangga, UKM, industri, komersial hingga transportasi.

Pada sektor Transportasi, PT Gagas Energi Indonesia sebagai anak perusahaan PGN sediakan Niaga CNG transportasi yang mendukung program pemerintah mengkonversi penggunaan BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG).

Pengemudi Taxi Bandara di lampung rasakan langsung efisiensi biaya penggunaan bahan bakar kendaraan Gas Bumi.
Pengemudi Taxi Bandara di lampung rasakan langsung efisiensi biaya penggunaan bahan bakar kendaraan Gas Bumi. (Istimewa)

PGN saat ini telah mengoperasikan beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) salah satunya SPBG di Provinsi Lampung yang berdiri sejak Agustus 2016, tepatnya di area jalur lintas provinsi, Jl. Soekarno Hatta km 9.

Wahyudi Anas Komusiaris Utama PT Gagas Energi Indonesia menyampaikan bahwa SPBG ini adalah pioner untuk mengurangi bahan bakar minyak sehingga membantu pemerintah dan mendukung kedaulatan energi di Indonesia.

PT Gagas Energi Indonesia sebagai anak perusahaan PGN sediakan Niaga CNG transportasi mendukung program pemerintah mengkonversi penggunaan BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG).
PT Gagas Energi Indonesia sebagai anak perusahaan PGN sediakan Niaga CNG transportasi mendukung program pemerintah mengkonversi penggunaan BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG). (Istimewa)

“Diharapkan masyarakat mulai beralih menggunakan gas bumi karena efisiensi mencapai 50 persen. PGN akan membantu masyarakat menjalankan usahanya dengan lebih efisien sekaligus mewujudkan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.” Ungkap Wahyudi.

Alasan mengapa ramah lingkungan, lanjut dia, karena sisa BBG lebih bersih dibandingkan BBM. Alhasil mesin akan jadi lebih awet, karena kemungkinan kotoran sisa bahan bakar yang tertinggal diruang bakar kendaraan jauh lebih sedikit.

Efisiensi penggunaan BBG ini dirasakan langsung oleh salah satu Driver Taxi Bandara Trans Lampung, M.Yuliyanto. Beliau mengakui ada perubahan dari segi efisiensi budget pengeluaran untuk bahan bakar hingga pemeliharaan mesin kendaraan.

"Sejak ada BBG, saya merasakan biaya untuk bahan bakar jadi lebih irit" ujar Yuli disela-sela saat pengisian BBG di SPBG Soekarno Hatta, Senin (29/7/2019).

beliau menyampaikan bahwa dari segi efisensi biaya dapat menekan hingga mencapai 35% dibandingkan saat menggunakan Premium
“Kalau pakai premium, satu kali pengisian misalnya Rp50.000 biasanya bisa untuk sampai 2 rate saja, tapi dengan BBG sekali pengisian dengan biaya yang sama bisa untuk 2,5-3 rate.

Yuli juga menyampaikan dari efisiensi mesin kendaraan juga menjadi lebih awet. Hal tersebut karena tarikan gas saat berkendara jauh lebih ringan sehingga mesin tidak terlalu bekerja ekstra walaupun dengan rate yang jauh.

“Mesin tidak pernah ada masalah, malah terasa lebih ringan tarikannya dengan menggunakan BBG. Saya sangat mendukung lah tentang penggunaan BBG ini bagi kendaraan di Lampung.”Ungkapnya.

Untuk saat ini PGN telah bekerjasama dengan pemerintah kota dan provinsi dimana kendaraan kedinasan yang saat ini menggunaan pertamax agar beralih menggunakan gas bumi.

PT Gagas Energi Indonesia terus lakukan sosialisasi kepada pelaku usaha transportasi maupun pemerintah untuk pengadaan konverterkit agar mendapat kemudahan beralih ke BBG.

Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved