Tribun Lampung Selatan

Penyeberangan Kapal di Bakauheni Masih Normal Meski Diterjang Angin Cukup Kencang

Meski embusan angin cukup kencang dalam dua hari terakhir, namun aktivitas penyeberangan kapal roro di pelabuhan Bakauheni masih normal.

Penyeberangan Kapal di Bakauheni Masih Normal Meski Diterjang Angin Cukup Kencang
Tribunlampung.co.id/Dedi
Penyeberangan Kapal di Bakauheni Masih Normal Meski Diterjang Angin Kencang 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI – Meski embusan angin cukup kencang dalam dua hari terakhir, namun aktivitas penyeberangan kapal roro (roll on roll off) di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan tetap normal.

Humas PT. Angkusan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap mengatakan dalam dua hari terakhir memang hembusan angin terasa cukup kuat diperairan sekitar pelabuhan Bakauheni.

Namun kecepatan angin dan ketinggian gelombang relatif masih aman untuk penyeberangan kapal ferry dan aktivitas bongkar muat kapal di pelabuhan. Aktivitas penyeberangan tetap berjalan normal.

“Memang hembusan anginnya cukup kuat. Tetapi untuk aktivitas bongkat muat kapal di pelabuhan tidak terpengaruh. Tetap berjalan normal. Begitu juga dengan penyeberangan kapal tetap normal,” kata dia kepada tribun, senin (5/8).

Saiful mengatakan, saat ini kapal-kapal yang beroperasi dilintasan pelabuhan Bakauheni – Merak, relative kapal-kapal besar dengan bobot 5.000 GT keatas.

Untuk arus penyeberangan di pelabuhan Bakauheni pada hari ini, menurut dirinya, terpantau normal dan lancar. Tidak terlihat adanya antrian kendaraan yang hendak menyeberang ke pulau Jawa.

Untuk arus penyeberangan sendiri, terang dirinya, saat ini memang ada sedikit penurunan. Terutama pada angkutan kendaraan barang. Karena pada kemarau saat ini distribusi barang hasil bumi dari Sumatera ke Jawa berkurang.

Nelayan di Pesisir Barat Lampung Perlu Waspadai Gelombang Tinggi

“Kalau kita lihat data produksi penyeberangan, untuk truk barang khususnya hasil bumi memang menurun. Karena memang kemarau ini hasil bumi memang menurun,” ujar Saiful.

Sementara itu kepala stasiun BMKG Maritim Panjang, Sugiono mengatakan dalam  2 hari terakhir memang terjadi perubahan cuaca di sejumlah wilayah pesisir dan periran yang disebabkan oleh tropical strom lekima 999 hpa di samudra pasifik timur Filipina.

Halaman
12
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved