Tribun Lampung Selatan

Nelayan di Pesisir Barat Lampung Perlu Waspadai Gelombang Tinggi

BMKG Maritim Panjang, Sugiono mengatakan dalam 2 hari terakhir memang terjadi perubahan cuaca di sejumlah wilayah pesisir.

Nelayan di Pesisir Barat Lampung Perlu Waspadai Gelombang Tinggi
Tribunlampung.co.id/Dedi
Aktivitas Nelayan di PPI Bom Kalianda yang hendak melaut pada sore hari 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Embusan angin cukup kuat terasa di kawasan pesisir kabupaten Lampung Selatan dalam 2 hari terakhir. Kondisi ini turut mempengaruhi aktivitas nelayan di wilayah pesisir.

Para nelayan mengaku hasil tangkapan ikan menurun karena angin dan arus laut yang cukup kencang dalam dua hari terakhir.

“Memang hembusan angin dan arus kuat. Kita pun tidak terlalu berani ke tengah. Hanya hanya melaut disekitar pulau-pulau kecil guna menghindari dan mengantisipasi jika terjadi kondisi ekstrim/badai,” ujar Karim, seorang nelayan di PPI Bom Kalianda, senin (5/8).

Menurut dirinya, memang memasuki akhir tahun biasanya akan masuk musim baratan. Ini ditandai dengan hebusan angin yang cukup kuat. Terutama pada sore hingga malam hari.

“Kalau kondisi sangat ekstrim, kita memilih untuk tidak melaut. Karena kondisi cuaca ditengah laut sangat sulit untuk diprediksi. Apalagi pada malam hari,”kata Karim.

Sementara itu kepala stasiun BMKG Maritim Panjang, Sugiono mengatakan dalam  2 hari terakhir memang terjadi perubahan cuaca di sejumlah wilayah pesisir dan periran yang disebabkan oleh tropical strom lekima 999 hpa di samudra pasifik timur Filipina.

Kondisi ini menyebabkan adanya peningkatan gelombang tinggi 1,25 meter hingga 4 meter berpotensi terjadi di beberapa perairan di Indonesia pada 5-6 Agustus ini.

Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari tenggara – barat daya dengan kecepatan 4 -30 knot. Sedangkan untuk wilayah selatan ekuator umumnya dari timur –tenggaran dengan kecapatan 4-30 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa perairan. Satu diantaranya di selat Sunda bagian selatan dan perairan selatan Banten, serta beberapa perairan lainnya di Indonesia,” ujarnya kepada tribun.

Untuk beberapa wilayah perairan seperti perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Samudera Hindia barat Sumatera, selat Sunda bagian selatan serta beberapa daerah perairan lainnya berpotensi terjadi gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter.

Potensi tersebut bisa beresiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu BMKG menghimbau kepada masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir untuk lebih berhati-hati.

Sementara untuk kondisi cuaca pada jalur penyeberangan Bakauheni – Merak yang berada di selat Sunda bagian utara, Sugiono mengatakan hembusan angin berkisar 4-18 knot dengan ketinggian gelombang berkisar 0,5 meter hingga 1,5 meter. Kondisi ini masih aman untuk penyeberangan kapal ferry.

(Tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved