Tribun Lampung Selatan
Tangkapan Nelayan Turun 40 Persen Dipicu Angin Kencang dan Gelombang Tinggi
Para nelayan pesisir Lampung Selatan menyatakan tangkapan ikan menurun beberapa hari terakhir.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: martin tobing
Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Para nelayan pesisir Lampung Selatan menyatakan tangkapan ikan menurun beberapa hari terakhir. Itu dipicu angin dan arus laut cukup kencang.
Karim, nelayan di PPI Bom Kalianda mengatakan, tangkapan ikan turun 40 persen per hari. Biasanya ia menangkap ikan 1,5 kuintal kini hanya 1 kuintal.
“Ada nelayan lain biasa dapat satu kuintal kini Cuma 60 kilogram (kg),” jelasnya, Senin (5/8/2019).
Ia menambahkan, saat melaut terjadi hembusan angin kencang dan arus laut kuat. Nelayan tidak berani melaut hingga jauh dan lebih memilih mencari ikat di sekitar pulau-pulau kecil guna menghindari cuaca buruk
“Kalau kondisi sangat ekstrem, kita milih tidak melaut. Karena kondisi cuaca di tengah laut sangat sulit untuk diprediksi. Apalagi pada malam hari,” jelas Karim.
Hal senada disampaikan Andi, nelayan di TPI Muara Pilu Bakauheni. “Tiga hari terakhir terjadi angin dan gelombang kencang di tengah laut, tangkapan ikan jadi turun,” ujarnya.
• Pelantikan Anggota DPRD Lampung Selatan Masih Tunggu SK Gubernur
“Hasil tangkapan turun bisa sampai 50 persen. Ini menyulitkan kita, karena hanya cukup untuk biaya operasional saja. Rugi kalau turun melaut,” tandasnya.
Andi mengatakan sebagian nelayan bahkan memilih untuk tidak melaut. Selain risiko kondisi cuaca tidak menentu, dipicu hasil tangkapan ikan yang menurun.
Di Pelabuhan Bakauheni, aktivitas penyeberangan kapal roro (roll on roll off) di tetap normal. meski hembusan angin cukup kencang.
Humas PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bakauheni Saifulahil Maslul Harahap menjelaskan, kecepatan angin dan ketinggian gelombang relatif masih aman untuk penyeberangan kapal ferry dan aktivitas bongkar muat kapal di pelabuhan.
Saat ini kapal-kapal yang beroperasi di lintasan Pelabuhan Bakauheni–Merak kapal besar berbobot 5.000 GT ke atas. Terkait arus penyeberangan ia menyampaikan ada sedikit penurunan pada angkutan kendaraan barang.
• Dua Pekan Terakhir Elpiji 3 Kg di Lampung Selatan Rp 27 Ribu
“Kalau kita lihat data produksi penyeberangan, untuk truk barang khususnya hasil bumi memang menurun. Mungkin karena memang kemarau ini hasil bumi memang menurun,” ujar Saiful.
Potensi Gelombang Tinggi
Kepala Stasiun BMKG Maritim Panjang Sugiono menjelaskan, terjadi perubahan cuaca di sejumlah wilayah pesisir dan perairan dua hari terakhir. Itu disebabkan tropical storm lekima 999 hpa di Samudera Pasifik Timur Filipina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/aktivitas-nelayan-di-ppi-bom-pagi-ini-sabtu-38.jpg)