Tribun Lampung Selatan

Dua Pekan Terakhir Elpiji 3 Kg di Lampung Selatan Rp 27 Ribu

Harga gas elpiji 3 kilogram (kg) di sejumlah kecamatan Lampung Selatan dua pekan terakhir naik.

Tayang:
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: martin tobing
KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Harga gas elpiji 3 kilogram (kg) di sejumlah kecamatan Lampung Selatan dua pekan terakhir naik. Berdasarkan pantauan harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer Rp 27 ribu per tabung.

“Lebih dari dua pekan ini (elpiji 3 kg) mulai agak susah didapat. Harganya juga mahal,” terang Ika, ibu rumah tangga asal Desa Sidomakmur, Kecamatan Way Panji, Jumat (2/8/2019).

Ia menambahkan, kerap ke desa lain untuk membeli elpiji 3 kg. Kondisi serupa dialami ibu rumah tangga di Kecamatan Bakauheni.

“Sudah sulit harganya juga jauh dari normal biasanya. Kalau biasanya 22 ribu, sekarang 27 ribu per tabung,” kata Sari, ibu rumah tangga.

Elpiji 3 kg sulit didapat di tingkat pengecer kerap terjadi setiap musim kemarau.

Dispenda Lampung Selatan Optimistis Bisa Penuhi Target Penerimaan Pajak

Selain digunakan untuk rumah tangga, banyak petani memanfaatkan produk tersebut bagai bahan bakar mesin menyedot air guna mengairi sawah.

“Kita terpaksa gunakan elpiji, karena biayanya lebih murah jika dibandingkan kita menggunakan Premium sekalipun".

"Kalau kita tidak sedot air, kita tidak tanam, tidak panen padi, nantinya juga kan beras mahal,” ujar Darto, petani asal Kecamatan Palas.

Menurutnya, jika petani tidak bisa menggunakan elpiji, sulit untuk tanam pada musim gadu (kemarau). Sedangkan membeli Premium, selain faktor harga tidak mudah pula didapatkan.

“Nanti kita beli Premium banyak dibilang nimbun. Kalau kita tidak tanam, tidak ada panen padi. Beras mahal, petani yang disalahkan,” tandas Darto.

• Imbas Kemarau, Petani Jagung Biasa Panen Hingga 12 Ton Kini Cuma 3 Ton/Hektare

Pantau Kekeringan 

Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Lampung Selatan terus memantau perkembangan kondisi kemarau saat ini. 

Kondisi kemarau ini berpotensi berdampak pada kekeringan yang bisa mengganggu target produksi padi.

“Kita dengan tim di lapangan terus memantau perkembangan kondisi kemarau saat ini. Terutama dampaknya pada daerah-daerah sentra persawahan,” terang Plt Kepala Dinas TPPH Lampung Selatan Noviar Akmal.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved