Tribun Lampung Utara

9 Kasus Rumah Kebakaran di Lampung Utara Dipicu Korsleting Listrik

Petugas pemadam kebakaran di Lampung Utara ada 32. Mereka siaga 24 jam sistem beregu. Satu regu berjumlah 11 atau 10 personel.

9 Kasus Rumah Kebakaran di Lampung Utara Dipicu Korsleting Listrik
Serambinews.com/HO
warung kebakaran di Aceh Besar 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Pelaksana harian (Plh) Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Lampung Utara Mushin mencatat terjadi 9 kebakaran di wilayah setempat periode Januari-Juli 2019.

Jumlah itu menurun satu kasus dibanding periode yang sama 2018.

"Ada penurunan jumlah kebakaran. Ini berarti kesadaran warga dalam antisipasi sudah membaik," katanya, Rabu (7/8/2019).

Terkait penyebab kebakaran imbuhnya, mayoritas korsleting kabel listrik stop kontak. Ia mengimbau kepada warga apabila ada kabel yang terkelupas, hendaknya langsung diganti.

Selain itu, ‎pastikan stop kontak dan steker (kontak tusuk) dalam keadaan baik.

Berupaya Kabur Saat Ditangkap, Otak Pencuri Besi Rel Kereta Dihadiahi Timah Panas

"Sehingga waktu steker dimasukkan dalam stop kontak, terjadi sambungan yang stabil (tidak bergerak-gerak). Karena ini akan menimbulkan percikan api yang dapat memicu kebakaran," jelasnya.

Menurut Muhsin, pihaknya kerap meminta masyarakat melakukan upaya pencegahan kebakaran. Semisal, rutin memeriksa api kompor dalam posisi menyala atau padam semisal ingin meninggalkan rumah.

Petugas  pemadam kebakaran di Lampung Utara ada 32. Mereka siaga 24 jam sistem beregu. Satu regu berjumlah 11 atau 10 personel.

Mushin menjelaskan, armada pemadam kebakaran, kabupaten setempat memiki tiga unit mobil. Satu unit masih bisa dipakai secara normal, sedangkan dua mobil masih mengalami kebocoran kecil di tangki airnya.

Disdukcapil Lampung Utara Belum Layani e-Tanda Tangan Pembuatan Kartu keluarga

Menurutnya, upaya pencegahan sudah dilakukan tapi kebakaran tetap terjadi, warga diimbau jangan panik. Jika terjadi kebakaran, segera keluar dari rumah melalui pintu atau jendela terdekat, menuju ke tempat yang aman.

Ia menjelaskan, mencegah kebakaran, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada warga, kantor pemerintah.

Ke depannya akan dilakukan sosialisasi di sekolah terkait penyebab kebakaran, penanggulangan kebakaran, dan sebagainya. (*)

Penulis: anung bayuardi
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved