Muli 4 Lampung Annisya Reskyla Doyan Kuliner Pedas Hingga Level 10
Mellenial Lampung Annisya Reskyla Izati adalah satu dari banyak anak muda yang doyan dengan segala macam kuliner bercita rasa pedas.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARLAMPUNG - Siapa yang tak suka makanan pedas? Cita rasanya yang nampol di lidah bahkan bisa membuat penyantapnya sampai berkeringat menjadikan makanan ini dicari banyak orang.
Mellenial Lampung Annisya Reskyla Izati adalah satu dari banyak anak muda yang doyan dengan segala macam kuliner bercita rasa pedas.
Mulai dari yang berkuah seperti bakso, mie kuah, ayam nyelekit level 10 atau keripik seblak level 5. Menurutnya, kebiasaannya makan pedas karena sang ibu yang juga suka pedas.
Bahkan hobinya makan pedas diakuinya sudah sejak sekolah menengah pertama. Saat pergi ke luar kota seperti Jakarta, Bandung, dan Bali, Ica (sapaan akrabnya) pasti mencari kuliner berbalur banyak bumbu cabai.
"Sejak SMP yang berani sampe pedes setan, keluar Lampung kayak pas pergi gitu pasti nyari makanan very spicy," ujar Muli 4 Lampung 2019 ini kepada Tribun, Rabu (7/8/2019).
Salah satu menu yang pernah dicobanya saat keluar kota seperti Richesse Factory level 5 saat di Bandung, ayam bebek mafia di Jakarta Barat, hingga makan nasi campur ekstra pedas di Bali.
• Ternyata, Mengonsumsi Makanan Pedas Bisa Turunkan Risiko Kematian, Ini Penjelasannya
"Kalau makan bakso atau mie kuah gitu sambelnya bisa 4 sampai 6 sendok," ungkapnya.
Kebiasaannya menyantap makanan pedas bahkan pernah memberikan dampak kurang mengenakkan baginya. Ica pernah sampai dirawat di rumah sakit karena maghnya kambuh.
• Benar Ga Ya Makanan Pedas Akibatkan Radang Tenggorokan?
Namun itu tak lantas membuatnya terhenti menikmati kuliner pedas. Orangtuanya hanya meminta untuk membatasi agar jangan sampai sakit lagi.
Diakui anak ke dua dari dua bersaudara ini, saat menyantap makanan pedas, minuman yang dibutuhkannya untuk menetralkan rasa cukup es teh atau air mineral saja.
Meskipun tidak mewajibkan kulineran, namun setidaknya sekali dalam seminggu Ica pasti berwisata kuliner 3 sampai 5 kali dalam sebulan.
Menyiasati agar tak gampang sakit saat makan kulineran pedas, Ica membiasakan perutnya dalam kondisi sudah terisi terlebih dahulu.
Selain itu menyantap makanan pedas tidak dilakukannya setiap makan demi menjaga kesehatannya. "Setiap makan selalu pedas nggak baik juga," tandas mahasiswi Manajemen Semester 3 di Darmajaya itu.
(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia M)