Public Service

Terganggu SMS Penawaran Pinjaman

Isinya soal tawaran pinjaman kredit ringan dan proses cepat dengan menjaminkan BPKB kendaraan sebagai agunan.

Terganggu SMS Penawaran Pinjaman
kompas.com
ilustrasi 

Terganggu SMS Penawaran Pinjaman

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Yth Pengamat Hukum. Saya kurang nyaman karena kerap menerima SMS yang nomornya tidak tersimpan di phone book. Isinya soal tawaran pinjaman kredit ringan dan proses cepat dengan menjaminkan BPKB kendaraan sebagai agunan. Bagaimana pengaturan hukumnya mengenai persoalan seperti ini? Terima kasih.

Pengirim +62813 69667xxx

Berhak Dapatkan Jasa dan Perlindungan

Pada dasarnya hampir semua provider seluler ada program promosi untuk pengguna atau pelanggan. Untuk promosi yang berasal dari provider seluler ini sebetulnya diperkenankan karena isinya tentunya bermanfaat untuk pengguna. Akan tetapi ada akses-akses dari nomor yang tidak dikenal atau diketahui sebelumnya dengan tawaran pinjaman kredit dengan jaminan hingga menipu dengan modus kirim uang ke rekening tertentu.

Suka Sejak Kuliah, Pengacara Gindha Ansori Masih Menulis di Kala Senggang

Banyak masyarakat yang mengeluhkan sering terima pesan dari nomor yang tidak dikenal dan bahkan ada info produk-produk obat, makanan dan pakaian dari beberapa perusahaan dagang yang juga ikut diduga mengganggu perhatian masyarakat.

Kalau berkaitan dengan pesan dari perusahaan dagang, saudara dapat meminta ke provider seluler untuk mendapatkan kode agar saudara tidak lagi menerima pesan yang isinya promosi dari perusahaan dagang, akan tetapi untuk pesan yang berisi pinjaman kredit terkadang diduga menipu, terkait hal ini saudara dapat melayangkan keberatan kepada provider seluler untuk memblok nomor-nomor ponsel yang sering mengirim pesan demikian.

Sanksi Jual Pil PCC Tanpa Resep Dokter

Menjadi pertanyaan menarik, mengapa nomor handphone seseorang dapat dengan mudahnya diakses oleh orang lain yang tidak dikenal sama sekali padahal yang bersangkutan tidak ada hubungan dengan orang-orang dekat si pemilik nomor handphone.

Seharusnya provider seluler dapat mengantisipasi hal ini karena dapat di monitor dari server provider, siapa yang menggunakan jaringan providernya akan tetapi diduga tidak dilaksanakan karena faktanya orang dengan mudah mengirim pesan secara berantai dengan maksud dan modus-modus tertentu.

Dengan keadaan seperti ini, jikalau ada yang menjadi korban kejahatan akibat pesan-pesan tersebut kepada pengguna sebuah provider seluler, maka idealnya provider seluler juga dapat dikenakan sanksi secara hukum.

Pada dasarnya jika provider seluler terbukti membuat klasula kontrak yang membolehkan data pelanggan diberikan dan menerapkannya kepada pihak lain maka menurut pendapat kami dapat dikatakan operator tersebut diduga melanggar UU No 36/1999 tentang Telekomunikasi beserta turunan hukumnya dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Selain itu, informasi dalam pemakaian kartu seluler juga dilindungi di dalam UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan PP No 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE).

Di dalam kedua aturan ini secara tegas diatur tentang bagaimana tata kelola sistem elektronik harus dipatuhi oleh penyelenggara sistem elektronik termasuk perlindungan data pribadi di dalamnya.

Pelanggaran provider seluler atas UU ITE dan PP PSTE dapat dikenakan sanksi administratif oleh pemerintah dan dapat digugat secara perdata oleh masyarakat.

Gindha Ansori Wayka SH MH
Akademisi dan Praktisi Hukum di Bandar Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved