Tribun Metro

349 Napi di Lapas Kelas II A Metro Diusulkan Dapat Remisi HUT RI

Sebanyak 349 narapidana Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Metro diusulkan mendapat remisi umum Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia ke-74.

349 Napi di Lapas Kelas II A Metro Diusulkan Dapat Remisi HUT RI
Tribunlampung.co.id/Indra
Kepala Lapas Kelas II A Kota Metro Ismono 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Sebanyak 349 narapidana Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Metro diusulkan mendapat remisi umum Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia ke-74.

Kepala Lapas Kelas II A Kota Metro Ismono menjelaskan, warga binaan yang mendapat Remisi umum (RU I) terdiri dari narapidana kriminal 306 orang. Dengan rincian remisi 1 bulan 57 orang, remisi 2 bulan 67 orang, remisi 3 bulan 110 orang, dan remisi 4 bulan 42 orang.

"Terus untuk remisi 5 bulan ada 22 orang, dan remisi 6 bulan itu 8 orang. Kalau untuk RU I Narkoba PP 99 sebanyak 41 orang. Dengan rincian remisi 2 bulan 5 orang, remisi 3 bulan 20 orang, remisi 4 bulan 7 orang dan remisi 5 bulan 9 orang," bebernya, Rabu (14/8).

Ismono mengaku, ada dua orang narapidana yang akan bebas dari kasus kriminal, karena masa tahanan telah lewat setelah terkena remisi. Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Kelas II A Kota Metro berjumlah 583 orang.

"Nah, yang dapat remisi ini yang telah memenuhi syarat. Itu seperti minimal telah menjalani hukuman enam bulan. Namun, dari 349 orang yang diusulkan remisi, kita baru akan tahu itu disetujui pada H-2 sebelum Hut RI. Artinya tanggal 15," katanya lagi.

Ismono menambahkan, jumlah yang diusulkan untuk remisi tahun 2019 lebih besar dari pada tahun 2018. Dimana tahun lalu hanya 200 orang yang mendapat remisi. Jika berkaca dari tahun sebelumnya, jumlah yang diusulkan semuannya disetujui pusat.

"Tapi tetap semua kebijakan ada di pusat. Kita cuma mengusulkan. Hanya saja, kita yakin tahun ini semua bisa disetujui lagi," imbuhnya.

Napi Teroris Tidak Dapat

Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Metro Ismono memastikan narapidana teroris tidak diusulkan mendapat remisi umum HUT Indonesia.

"Betul. Ada beberapa tahanan yang tidak diusulkan remisi, seperti satu orang tahanan kasus teroris dan korupsi. Napi teroris ini karena tidak mau mengakui NKRI, tandatangan justis kolaborasi dan tidak mau ungkap kasusnya," terangnya.

Sementara untuk narapidana kasus korupsi karena masa hukumannya telah selesai dan masih menjalani subsider serta uang pengganti. Ia menambahkan, pemberian remisi dijadwalkan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Metro saat 17 Agustus.

(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved