Tribun Lampung Selatan

Dipandang Memberatkan, IDI Lampung Ingin Masa Berlaku Akreditasi Klinik Pratik Bisa 5 Tahun

Adanya kewajiban untuk akreditasi pada tempat praktik pratama dan pratik dokter mandiri cukup membebani.

Dipandang Memberatkan, IDI Lampung Ingin Masa Berlaku Akreditasi Klinik Pratik Bisa 5 Tahun
TribunLampung/Dedi Sutomo
Kartu anggota IDI yang bisa menjadi e money. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Adanya kewajiban untuk akreditasi pada tempat praktik pratama dan pratik dokter mandiri cukup membebani.

Hal tersebut dikemukakan Ketua IDI Lampung, DR dr Asep Sukohar M Kes dalam seminar kesehatan yang mengangkat tema “sustainibilias program BPJS Kesehatan pada mutu layanan dokter/FKTP menuju efektivitas pembiayaan yang lebih mandiri”.

Kegiatan seminar yang diikuti sejumlah dokter ini digelar di Aula RSUD Bob Bazar Kalianda, Kamis (15/8/2019).

Ketua IDI Lampung mengatakan, kewajiban akreditasi itu terkait Permenkes Nomor 46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, KlinikPratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi.

Dia mengatakan, adanya kewajiban untuk akreditasi pada tempat praktik pratama, pratik dokter mandiri cukup membebani.

Bila untuk puskesmas akreditasi dibiayai pemerintah, tapi pada plinik prama dan pratik dokter akan dibebankan pada pemilik/dokter.

Tujuan pemerintah untuk melakukan akreditasi sendiri pada dasarnya baik, yakni meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, baik yang diselenggarakan lembaga pelayanan kesehatan pemerintah maupun mandiri swasta.

Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Berapa Besarannya?

“Tujuannya baik, tetapi untuk klinik pratama mandiri swasta dan praitk dokter mandiri ini tentu memberatkan. Karena biayanya juga lumayan besar, akan membebani mereka,” terang dirinya.

Apalagi, ujarnya, masa waktu akreditasi hanya berlaku 3 tahun. Kemudian kembali dilakukan akreditasi ulang. Sementara untuk seorang dokter bisa pratik, akreditasi bukanlah syarat utama yang harus dipenuhi.

Halaman
123
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved