Sidang Kasus Suap Mesuji

Dituntut 8 Tahun Penjara, Khamami Masih Bisa Tersenyum

Bupati nonaktif Mesuji Khamami masih bisa tersenyum pasca pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bupati nonaktif Mesuji Khamami masih bisa tersenyum dituntut delapan tahun penjara dan denda sebesar Rp 300 juta subsider 5 bulan kurungan . 

Selain itu, Khamami dicabut hak politiknya selama 4 tahun.

Sementara, adik kandungnya, Taufik Hidayat, dituntut enam tahun penjara.

Jaksa KPK Wawan Yunarwanto meminta kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang untuk memutuskan terdakwa Khamami dan Taufik Hidayat secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sesuai pasal 12 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

"Sebagaimama dalam dakwaan pertama, maka menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Khamami berupa pidana penjara 8 tahun dikurangi selama terdakwa di tahanan dan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsider 5 bulan kurungan dengan perintah tetap ditahan," ungkapnya, Kamis, 15 Agustus 2019.

"Menjatuhakan terdakwa Taufik Hidayat berupa pidana penjara 6 tahun dikurangi berada di dalam penjara dan denda Rp 100 juta subsider dua bulan kurungan dengan perintah tetap ditahan," imbuh Wawan.

"Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa Khamami berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun setelah terdakwa menjalani pidana pokoknya," beber Wawan.

BREAKING NEWS - Sekretaris Dinas PUPR Mesuji Santai Dituntut 5 Tahun Penjara

 

Adapun yang menjadi pertimbangan dalam tuntutan ini, kata Wawan, hal yang meringankan kedua terdakwa berlaku sopan dalam persidangan dan punya tanggungan keluarga.

"Hal yang memberatkan, terdakwa Khamami sebagai kepala daerah tidak mendukung program pemerintah yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Terdakwa khamami sebagai kepala daerah dengan kewenangan yang dimiliki seharusnya berperan aktif mencegah praktik-praktik korupsi malah tidak dilakukan namun terlibat dalam praktik KKN dan terdakwa tidak terus terang atas perbuatannya," tandas Wawan.

Seusai pembacaan tuntutan, Khamami terlihat masih bisa tersenyum.

Sementara Taufik langsung menuju ke meja penasihat hukum untuk mendiskusikan tuntutan ini. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Videografer Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar

Penulis: Wahyu Iskandar
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved