Tribun Lampung Utara

250 Warga Kurang Mampu Ikut Baksos PT KAI di Blambangan Umpu

Sebanyak 250 warga kurang mampu mengikuti bakti Sosial Pengobatan Gratis yang diselenggarakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).

250 Warga Kurang Mampu Ikut Baksos PT KAI di Blambangan Umpu
Tribunlampung.co.id/Anung
Bakso PT KAI di Blambangan Umpu 

Semoga apa yang telah diberikan oleh PT. KAI ini dapat membentuk hubungan yang harmonis antara masyarakat dan perusahaan, sekaligus memberikan contoh bagi perusahaan lainnya untuk mewujudkan kepedulian sosial kepada masyarakat," katanya.

 Untuk yang ke sembilan kalinya dari empat belas kali kegiatan yang telah diprogramkan di tahun 2019 ini, PT KAI Divre IV Tanjung Karang melaksanakan bakti sosial berupa pengobatan gratis dengan menggunakan rangkaian Rail Clinic bagi warga sekitar bantaran rel kereta api. Kegiatan dilakukan di stasiun Blambangsn Umpi, pada hari Rabu (22/8).

Dalam sambutan pada pembukaan kegiatan bakti sosial, Deputy EVP PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Beni Herbimawan mengungkapkan, bahwa pengobatan gratis ini merupakan salah satu bentuk CSR PT KAI dibidang kesehatan masyarakat, yakni memberikan cek kesehatan dan pengobatan gratis kepada warga sekitar pinggir rel.

Adapun tujuan adanya pengobatan gratis yang telah diselenggarakan sejak 2017 tersebut selain untuk menyehatkan masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan juga untuk mensosialisasikan adanya potensi bahaya jika masyarakat beraktifitas di sekitar rel.

“Pengobatan gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya warga yang ada di sekitar penggiran rel sebagai bukti kepedulian perusahaan kepada warga pinggir rel," ungkap Beni.

Selain manajemen PT KAI Divre IV Tanjung Karang hadir pada acara tersebut dari Muspika setempat antara lain sekretaris daerah kabupaten waykanan, Saipul S.Sos, Camat blmbangan umpu, Perwakilan dinas kesehatan way kanan.

Manager Humas PT.Kereta Api Divre IV Tanjung Karang, Sapto Hartoyo, menambahkan, layanan rail clinic di antaranya pemeriksaan umum, poli gigi, cek kehamilan, poli mata, pemeriksaan laboratorium, serta pelayanan kefarmasian.

"Undangan kami berikan sebanyak 250 orang yang pembagiannya kita serahkan kepada pemerintah desa setempat, tetapi bagi masyarakat yang tidak menerima undangpun tetap akan kami layani" jelasnya.

"Selain pengobatan gratis kita juga ada pembagian kaca mata gratis, pemberian peralatan sekolah berupa tas, buku dan alat tulis serta merchandise kepada 30 anak SD," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved