3 Gadis ABG Habisi Ayah Kandungnya Secara Sadis, Warga Minta Ketiganya Dibebaskan
3 Gadis ABG Habisi Ayah Kandungnya yang Sedang Tidur Secara Sadis, Warga Minta Mereka Dibebaskan.
Unjuk rasa solidaritas di St. Petersburg, dengan spanduk berbunyi: "Kebebasan untuk Khachaturyan Bersaudari".
Melalui perubahan hukum tahun 2017, seorang individu yang memukul anggota keluarganya - tapi tak sampai membuat korban masuk rumah sakit - akan kena denda atau kurungan selama dua minggu.
Polisi di Rusia umumnya memperlakukan KDRT sebagai "masalah keluarga" dan hampir tak menyediakan bantuan sama sekali soal ini.
Ibu dari tiga remaja putri ini juga mengalami pemukulan oleh Mikhail, dan pernah minta tolong ke polisi beberapa tahun sebelumnya.
Para tetangga juga pernah mengadu ke polisi karena takut pada Mikhail, tapi tak ada tanda bahwa polisi melakukan tindakan apa-apa.
Ibu dari ketiga remaja putri ini, Aurelia Dunduk, mengatakan Mikhail mengusirnya dari apartemen mereka pada tahun 2015.
Saat pembunuhan terjadi, ibu ketiga remaja itu tak tinggal bersama mereka.
Mikhail melarang ketiganya untuk mengontak ibu mereka.
Menurut penilaian psikiatris, ketiga perempuan muda ini hidup dalam isolasi dan mengalami post-traumatic stress (PTSD).
Apa yang terjadi selama penyelidikan?
Kasus ketiga remaja ini berjalan lambat.
Mereka tidak lagi dalam tahanan, tapi dikenai rangkaian batasan: mereka tak boleh bicara satu sama lain dan tak boleh bicara kepada wartawan.
Kejaksaan berkeras bahwa pembunuhan ini direncanakan.
Ketika sang ayah tidur, ketiga remaja ini merancang aksi mereka, mengambil pisau sejak paginya.
Menurut jaksa, motif mereka adalah balas dendam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/tiga-abg-bunuh-ayah-kandung.jpg)