Konsumsi Bubble Tea Rutin Selama 20 Tahun, Hal Mengerikan Terjadi Pada Usus Pria Ini

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menemukan tak hanya satu, namun dua sekaligus gumpalan sebesar ibu jari yang menyumbat ususnya.

Penulis: Beni Yulianto | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Ana
Bubble Drink - Harus bijak mengonsumsinya, jangan sampai seperti pria ini setelah 20 tahun mengonsumsi Bubble tea penyakit baru ditemukan. 

Bahkan kepada dokter, pria ini mengaku kalau dia jarang minum air putih dan lebih memilih untuk minum teh boba.

Padahal sebenarnya teh boba itu sendiri aman untuk tubuh selama tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Bahan boba yang terbuat dari tepung tapioka itu sendiri sebenarnya juga mudah untuk dicerna tubuh.

Namun yang perlu diingat adalah ketika mengkonsumsi teh boba sebaiknya diimbangi dengan minum air putih yang banyak.

Air putih akan membantu serat pada boba mengembang dan menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan tubuh.

Padahal kekurangan asupan air putih saja sudah bisa mengakibatkan perut sembelit dan susah air besar.

Penyakit Tulang Langka

Berita lain menyebutkan, pemuda dari Vietnam ini memiliki kelainan bentuk tulang belakang, ia membungkuk selama beberapa tahun terakhir.

Le Thanh Hung, dokter bedah di Rumah Sakit Trauma Ortopedi (rumah sakit militer 108), menyatakan bahwa pasien memiliki tulang belakang yang tidak sempurna.

Melansir dari laman vietnamnet.vn, pada Sabtu (24/8/2019), Pham Van D (22) pemuda asal Hanoi tersebut dinyatakan menderita penyakit langka yang disebut ankylosing spondylitis atau radang sendi punggung kronis.

Keluarga Pham telah membawanya ke medis untuk menjalankan perawatan khusus.

Awalnya Pham mengalami nyeri punggung hingga akhrinya membuat punggungnya bungkuk.

Ini karena kebungkukan tulang punggungnya mulai menyebabkan paru-parunya terasa nyeri dan sakit.

kondisi tulang belakang pasien yang mengalami kebungkukan dan telah di lakukan perbaikan
vietnamnet.vn
 

Dr Hung juga mengatakan jika ini dibiarkan maka kebungkukan punggung akan semakin parah dan mempengaruhi kerja organ lain serta pergerakannya.

Menurut Dokter Hung, kelainan yang dialami pasien ini bisa menyebabkan gagal pernapasan akibat jantung, serta adanya kompresi atau tekanan yang tinggi pada paru-paru.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved