Tribun Metro

Janji Menata dengan Konsep Pasar Modern, Nolimax Akan Renegosiasi Pasar Shopping

Janji Menata dengan Konsep Pasar Modern, Nolimax Akan Renegosiasi Pasar Shopping

Janji Menata dengan Konsep Pasar Modern, Nolimax Akan Renegosiasi Pasar Shopping
Tribunlampung.co.id/Indra
Rencana lokasi pembangunan Shopping Center Metro. 

Janji Menata dengan Konsep Pasar Modern, Nolimax Akan Renegosiasi Pasar Shopping
 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - PT Nolimax Jaya selaku pemegang kerja sama dengan Pemkot Metro dan pengelola kawasan niaga Metro Mega Mall (M3) meminta semua pihak memandang secara jernih persoalan Pasar Shopping.

Terkait hal ini, PT Nolimax Jaya siap renegosiasi soal rencana pembangunan pasar Shopping. Perwakilan PT Nolimax Jaya Uzenda mengatakan, Pasar Shopping merupakan bagian dari kawasan niaga Metro Mega Mall.

Meski Masih Sengketa, DPRD Metro Minta Retribusi Pasar Shopping Segera Diterapkan

Keberadaan Metro Mega Mall, nenurut Uzenda, sejak berdiri hingga saat ini telah berhasil menertibkan pedagang menjadi lebih bersih, rapi, dan tertata, seperti konsep pasar modern.

"Begitu juga PAD Metro dari sektor parkir dan kebersihan. Selama ini kami lebih memilih tidak berkomentar terkait Pasar Shopping. Karena kami ingin semua pihak yang terlibat bisa memandang jernih dan mengedepankan perspektif hukum," bebernya.

Ia menilai, sebagai negara hukum, setiap pembangunan dan kebijakan pun wajib berlandaskan aturan dan kesepakatan. Dimana PT Nolimax Jaya selaku pemegang kerja sama dengan Pemkot terkait kawasan niaga Metro Mega Mall yang di dalamnya termasuk Pasar Shopping.

Gelap, Bau Menyengat, dan Menyeramkan di Siang Bolong di Pasar Shopping Metro

Ia menjelaskan, sejak awal pembangunan, banyak kendala yang dihadapi. Mulai dari tahap awal sampai tahap dua. Mulai dari penyerahan lahan hingga pembebasan lahan yang masih ditempati pedagang.

Meski, jika berpedoman dengan MoU, pekerjaan yang dilaksanakan PT Nolimax Jaya ketika semua urusan administrasi dan lahan telah clear and clean. Namun, pada kenyataannya berbeda dan pihaknya banyak dibenturkan dengan pedagang.

"Kami dilabeli tidak memiliki kemampuan finansial, lambat, pembangunan terlama dan lainnya. Tapi tidak ada yang memberikan solusi clear and clean. Dan sesuai komitmen, kami menyelesaikan pembangunan tahap pertama kawasan pertokoan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved