Tribun Bandar Lampung

Mantan Pegawai Kelurahan Ditemukan Meninggal Dunia di Sumur

Seorang mantan pegawai kelurahan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sumur rumahnya, Rabu (28/8/2019).

Penulis: hanif mustafa | Editor: Yoso Muliawan
Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa
EVAKUASI JASAD - Aparat kepolisian membawa jasad mantan pegawai kelurahan ke RSUDAM, Rabu (28/8/2019). Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam sumur rumahnya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang mantan pegawai kelurahan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sumur rumahnya di Bandar Lampung, Rabu (28/8/2019).

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, mantan pegawai kelurahan bernama Namin Kesumahadi itu diduga meninggal karena bunuh diri.

"Korban diduga bunuh diri karena ada tali yang ditemukan di atas cincin sumur," kata Kapolsek Tanjungkarang Barat Komisaris Pol Hapran, Rabu (28/8/2019).

Ia menjelaskan Namin hidup sendiri di rumahnya di Perumahan Bilabong, Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung.

"Dia sakit, ada gangguan (kejiwaan)," ujarnya.

Menurut Hapran, pihak keluarga tidak ingin jasad Namin diotopsi. Namun, sesuai prosedur, jasad Namin tetap dibawa ke rumah sakit.

"Keluarganya nggak mau otopsi (jasad). Jadi, saya minta buat surat pernyataan bahwa (keluarga) tidak mau otopsi, hanya visum luar," katanya.

Evakuasi mayat Namin dari dalam sumur dilakukan Tim Rescue dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bandar Lampung.

Pantauan Tribun Lampung, satu regu Tim Rescue melakukan evakuasi mulai pukul 10.00 WIB. Di tengah evakuasi, bambu penarik mayat Namin sempat patah.

Mayat akhirnya berhasil diangkat dari dalam sumur sekitar pukul 10.30 WIB. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek menggunakan ambulans gratis Pemkot Bandar Lampung.

Ditemukannya mayat Namin ini setelah ia tidak terlihat di lingkungan rumahnya sepekan terakhir.

"Kami curiga dia nggak keluar-keluar. Ada lah empat hari sampai seminggu," tutur Neli, tetangga Namin.

Biasanya, beber Neli, Namin keluar rumah untuk mencari makanan. Saat Namin keluar rumah, lanjut dia, biasanya jendela rumah tertutup.

"Tapi ini jendela terbuka, pintu dikunci," ujar Neli.

Untuk memastikan, sejumlah tetangga mengetuk pintu rumah Namin.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved