Bagas Abdi Pangestu Wisudawan Terbaik Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang
Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Tanjungkarang mewisuda 1.221 mahasiswa, Kamis (29/8/2019).
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Yoso Muliawan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Tanjungkarang mewisuda 1.221 mahasiswa, Kamis (29/8/2019). Di antara seribuan wisudawan tersebut, ada nama Bagas Abdi Pangestu yang menyabet predikat wisudawan terbaik.
Papan bunga berderet di sekitar Gedung Serbaguna Universitas Lampung sejak pagi. Di dalam GSG, 1.221 mahasiswa Poltekkes Tanjungkarang bersiap mengikuti prosesi wisuda.
Memasuki prosesi sakral, Direktur Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Warjidin Aliyanto memindahkan tali toga dari kiri ke kanan di kepala para wisudawan. Satu per satu wisudawan berdiri mengambil giliran.
Di antara para wisudawan, wajah semringah terpancar dari Bagas Abdi Pangestu. Mahasiswa Diploma 3 Program Studi Gizi ini meraih predikat wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi 3,84.
Bagas lulus dengan skripsi berjudul Gambaran Tingkat Pengetahuan, Pola Makan, dan Asupan Serat Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan di RSUD Abdul Moeloek Lampung 2019.
Seusai prosesi wisuda, Bagas berbagi cerita kepada Tribun Lampung mengenai prestasinya. Awalnya, ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh dosen yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan kepadanya dan wisudawan lainnya.
"Kami selalu bersyukur memiliki dosen yang penuh kesabaran dalam membimbing kami, sehingga kami bisa selesai kuliah sampai wisuda," kata alumni SMA Negeri 1 Pringsewu ini.
Bagas juga berterimakasih kepada kedua orangtuanya yang berasal dari Desa Banjar Negoro, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus.
"Terimakasih kepada kedua orangtua yang telah memberi motivasi selama ini," tutur anak pertama dari pasangan Agus Setioko dan Wagiyah itu.
Bagi Bagas, tidak mudah bisa menjadi wisudawan terbaik. Ia menjalankan pola belajar dengan rutin mengulas materi kuliah bersama rekannya.
"Ketika belajar kelompok 'kan pasti kami saling tanya. Sharing atau diskusi membuat kami lebih paham materi kuliah," ujar pemuda kelahiran 23 Februari 1999 ini.
Jika sedang tidak belajar kelompok, Bagas juga tetap mengulas materi kuliah. Ia biasanya belajar sekitar sejam sebelum waktu salat subuh.
"Cukup untuk me-refresh," imbuhnya.
Setelah lulus, Bagas berencana mencari kerja. Dengan bekerja, ia berharap bisa mengumpulkan uang sendiri untuk kuliah lagi.
"Biar nggak tergantung lagi sama orangtua," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/wisudawan-terbaik-poltekkes.jpg)