Diduga Mau Bunuh Diri, Pria Nekat Loncat dari Jalan Layang Setinggi 10 Meter di Bandar Lampung
Seorang pria nekat meloncat dari jalan layang atau flyover di Bandar Lampung, Jumat (30/8/2019).
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang pria nekat meloncat dari jalan layang atau flyover di Bandar Lampung, Jumat (30/8/2019).
Beruntung, nyawa pria tersebut masih bisa diselamatkan.
Seorang warga sekitar, Adi mengungkapkan, pria nekat meloncat dari jalan layang Tarahan, di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
Menurut Adi, pria itu diduga hendak bunuh diri.
"Iya benar, tadi siang," ungkap Adi, Jumat (30/8/2019).
Pria itu meloncat dari ketinggian sekitar 10 meter.
Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan.
• Adu Kambing Pick Up vs Truk di Lampung, Mobil Loncati Median Jalan Diduga Akibat Dikejar Motor
Adi menuturkan, pria tersebut tanpa identitas.
Awalnya, pria itu berdiri di pinggir jalan layang.
Namun tiba-tiba, ia meloncat.
Kapolsek Panjang, Bandar Lampung, AKP Adit Priyanto membenarkan adanya aksi percobaan bunuh diri ini.
"Iya benar, loncat," kata Adit Priyanto, Jumat (30/8/2019).
Menurut Adit, pria tersebut tanpa identitas.
Ia juga diduga mengalami gangguan mental.
Hal tersebut membuat pihak kepolisian kesulitan saat meminta keterangan.
"Identitas belum ada. Sulit untuk dimintai keterangan," bebernya.
Korban, Adit mengungkapkan, korban langsung dibawa ke puskesmas.
"Langsung kami bawa ke puskesmas. Tidak ada luka berat. Hanya mengalami sakit pegal-pegal dan lecet," sebutnya.
Selanjutnya, kata Adit, korban akan diserahkan ke rumah sakit jiwa untuk dirawat.
"Sebelumnya kami serahkan dulu ke dinas sosial sebelum ke rumah sakit jiwa," tandasnya.
Loncat dari JPO
Sebelumnya, seorang remaja hendak loncat dari jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk bunuh diri.
Buntut seorang remaja putri AF (17) nekat melompat untuk bunuh diri dari JPO Margonda, Depok, Jawa Barat, polisi menangkap sopir angkot teman ibu korban.
Polisi menangkap laki-laki yang diduga memerkosa AF (17), remaja wanita yang nekat loncat dari jembatan penyeberangan orang (JPO) Margonda, Depok, Jawa Barat.
Terduga pemerkosa itu ditangkap pada Sabtu (13/7/2019).
"Sudah (ditangkap), dari kemarin," ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/7/2019).
Namun, Deddy belum mau merinci soal penangkapan itu. Dia juga belum membeberkan identitas terduga pemerkosa AF.
"Besok dirilis," kata Deddy.
Sebelumnya diberitakan, Seorang remaja wanita berinisial AF (17) nekat loncat dari jembatan penyeberangan orang ( JPO) di Jalan Margonda, tepatnya depan Terminal Depok, pada Rabu (10/7/2019) lalu .
AF melalukan hal yang nekat itu lantaran depresi dengan apa yang menimpanya.
Saat ini kasus yang menimpa AF tengah dalam penyelidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok.
Dicekoki narkoba dan diancam
AF mengaku setiap malam dirinya dicekoki narkoba oleh laki-laki itu.
Apabila tidak mengikuti apa yang Sobar mau, ia kerap dipukul menggunakan tali pinggang.
Bahkan, ia juga mengancam akan mencelakakan ibu dari AF yang saat ini tidak diketahui keberadaanya.
Ia mengaku sangat takut apabila mamanya celaka kalau ia tak mau mengikuti Sobar.
Sebab hanya ibu, abang, dan adiknya yang sekarang dia punya.
"Sobar tahu kelemahan saya, dia tahu kalau saya sayang banget sama mama saya. Makanya mama saya selalu dijadikan alat bagi dia untuk mengancam saya," ucap AF.
AF mengaku, dirinya juga kerap diminta untuk menjualkan narkoba oleh Sobar.
Narkoba itu diambilnya dari Pasar Rebo untuk diberikan ke pelanggan yang diarahkan oleh Sobar.
Kemudian, uang hasil jual sabu itu diberikan kepada Sobar. AF terpaksa melakukan hal itu lantaran dipaksa.
Baca juga: Diperkosa dan Kerap Dicekoki Narkoba, Remaja 17 Tahun Loncat dari JPO di Terminal Depok.
Karena semua yang terjadi kepada AF saat ini menyebabkan dirinya trauma berat.
"Saya takut sama laki-laki bejat itu. Saya takut dipukul saya takut berhubungan dengan narkoba lagi," ujar AF sambil meneteskan air mata saat berbincang dengan Kompas.com.
AF mengaku khawatir dengan kondisi ibunya yang saat ini menurut dia dalam masalah besar. Sebab dirinya tak melayani Sobar saat ini.
• Driver Ojol Cabul, Wanita Penumpang Ojek Online Loncat dari Motor
Menurut AF, sejak ia dititipkan ke Sobar, ia tak pernah bertemu dengan ibunya lagi.
Bahkan, untuk menghubungi ibunya pun ia tak bisa lantaran tak memiliki ponsel.
"Saya sangat berharap Sobar itu kuncinya untuk ditangkap, biar terungkap apa aja kelakukan dia," tuturnya. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)