Makanan Organik Bukan Hanya untuk Orang Sakit, Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan

Makanan organik memang identik dengan kesehatan, karena makanan ini bebas pestisida dan juga benih rekayasa genetik.

Penulis: Beni Yulianto | Editor: Reny Fitriani
Ist
Ilustrasi petani Organik - Makanan organik baik untuk kesehatan, bukan hanya untuk orang sakit. 

Makanan Organik Bukan Hanya untuk Orang Sakit, Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Belakangan ini makanan organik semakin marak di tanah air. Seolah menjadi gaya hidup sendiri, berbagai makanan organis banyak diburu. 

Hal ini seiring dengan semakin banyaknya petani organik di Indonesia. 

Pertumbuhan konsumsi produk organik di Indonesia mencapai 15 persen setiap tahun.

Konsumen terbesar produk makanan organik adalah mereka yang memiliki kebutuhan khusus, seperti penderita penyakit tertentu atau anak berkebutuhan khusus.

Memang ada juga orang yang secara sadar memilih produk organik karena alasan kesehatan dan juga lingkungan.

Makanan organik memang identik dengan kesehatan, karena makanan ini bebas pestisida dan juga benih rekayasa genetik. 

Jenis produk organik yang sudah banyak tersedia di Indonesia adalah beras, buah dan sayuran, ayam, telur, susu dan yogurt dan produk perkebunan (madu, kopi dan vanila).

Menurut Prof.Ali Khomsan, sebenarnya secara umum tidak ada perbedaan nutrisi antara pangan organik dan non-organik.

“Penelitian pada susu organik memang menunjukkan kadar omega-3 dan omega-6 nya lebih tinggi karena berasal dari sapi yang diberi pakan rumput hijau.

Namun, ada juga penelitian lain yang mengatakan tidak ada perbedaan. Jadi, belum ada kesimpulan,” kata Ali.

Dr. Fiastuti Witjaksono, spesialis Gizi Klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, meskipun belum manfaat kesehatan makanan organik masih diperdebatkan, namun tidak ada salahnya mengonsumsi makanan organik yang bebas pestisida.

“Seharusnya makanan organik dikonsumsi untuk tindakan preventif. Makan makanan sehat adalah investasi agar terhindar dari berbagai penyakit kronis,” kata Fiastuti.

Pada orang yang menderita penyakit autoimun yang disebabkan karena kimia-kimia tertentu, memang mengonsumsi makanan organik lebih baik.

“Kalau dalam hal kanker, bahan kimia lebih disebut sebagai penyebabnya. Bukan orang yang sakit kanker lalu jadi sembuh setelah mengonsumsi makanan organik,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved