Tribun Lampung Tengah

Diamati sejak Lama, Pasutri Dibegal Pulang dari Jualan Sayur di Pasar

Polsek Terusan Nunyai berhasil mengungkap aksi pembegalan yang menimpa warga Tulangbawang Barat pada Juli 2019 lalu.

Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
Istimewa
Roni Musakir diamankan di Mapolsek Terusan Nunyai. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TERUSAN NUNYAI - Polsek Terusan Nunyai berhasil mengungkap aksi pembegalan yang menimpa warga Tulangbawang Barat pada Juli 2019 lalu.

Tersangka atas nama Roni Musakir (34), warga Kampung Gunung Batin, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, ditangkap polisi di kediamannya, Selasa (3/9/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Sementara rekan Roni masih buron.

Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Edi Suhendra menjelaskan, aksi pembegalan itu terjadi di jalan lintas Way Abung-Kampung Gunung Batin Udik.

Saat itu korban Subagyo (42) dan istrinya hendak pulang ke rumahnya dengan mengendarai mobil sekitar pukul 02.30 WIB.

"Korban bersama istrinya melintas dari arah Gunung Batin mengendarai pikap. Tiba-tiba diadang pelaku dan langsung diancam dengan sebilah parang," ujar Edi, Kamis (5/9/2019).

Edi melanjutkan, Roni dan rekannya kemudian mencabut kunci mobil dan menodongkan senjata tajam ke arah korban.

Kemudian para pelaku mengambil barang-barang berharga milik korban berupa tas gendong yang berisi uang senilai Rp 7,5 juta, satu unit handphone merek Vivo Y91, satu unit handphone merek Nokia, dan ATM BRI atas nama Puji Astuti.

Istri korban, Puji Astuti, mengaku trauma akibat aksi pembegalan yang menimpanya.

3 Pelaku Begal Motor Modus Tarik Tas Korban yang Biasa Beroperasi di Terusan Nyunyai Dibekuk Polisi

Begal Pasutri di Jalinsum, Joni Diringkus Polsek Terusan Nunyai

Puji menyatakan, para pelaku langsung menarik tas di badannya.

"Pelaku narik tas saya sambil ngancam, 'gak usah teriak. Kalau tidak bakal dibacok.' Jadi saya diam saja. Suami saya juga nyuruh saya diam saja, jangan melawan," ujarnya.

Subagyo menambahkan, kedua pelaku mengancam menghabisi nyawanya dan istri jika melawan.

"Satu pelaku langsung menodongkan goloknya. Satu pelaku mencabut kunci kontak mobil sambil menarik paksa tas yang berisi uang dan handphone. Mereka mengancam supaya saya dan istri jangan melawan. Kalau tidak, mau dibunuh," imbuhnya.

Saat itu, Subagyo tak mau menginjak pedal gas dalam-dalam karena khawatir para pelaku benar-benar membacoknya dan istri.

Subagyo menjelaskan alasannya melapor ke Polsek Terusan Nunyai.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved