Tribun Pesawaran

Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran Pastikan Tak Akan Maju Pilkada Bersama Adiknya, Eriawan

Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran M Nasir memastikan dirinya tidak akan maju bersama adiknya, Eriawan dalam Pemilihan Kepala Daerah Pesawaran 2020.

Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran Pastikan Tak Akan Maju Pilkada Bersama Adiknya, Eriawan
Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran M Nasir menyerahkan formulir pendaftaran Bakal Calon Wakil Bupati PDI Perjuangan kepada Eriawan (Wakil Bupati Pesawaran) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Memilih mengalah, Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran M Nasir memastikan dirinya tidak akan maju bersama-sama dengan adiknya, Eriawan dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pesawaran 2020.

DPC PDI Perjuangan Pesawaran telah membuka penjaringan untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pesawaran 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Eriawan mendaftar penjaringan sebagai Bakal Calon Wakil Bupati di PDI Perjuangan.

Sementara M Nasir mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati di penjaringan PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran.

Oleh karena itu lah, Nasir yang juga Ketua sementara DPRD Pesawaran lebih menyerahkan kepada keputusan partai.

Nasir menegaskan, dirinya tidak akan mengikuti bursa pencalonan kepala daerah apa bila PDI Perjuangan tidak ikut mengusungnya.

Dendi - Eriawan Kompak Daftar Penjaringan PDI Perjuangan untuk Maju Balon Bupati dan Wakil Pesawaran

Didampingi Sang Istri Ketua Sementara DPRD Nasir Daftar Balon Bupati Pesawaran

"Kalau tidak direkom PDI Perjuangan, tidak (ikut pencalonan). Kalaupun direkom banyak partai, kalau PDI Perjuangan nggak ikut, saya nggak (maju)," tutur Nasir beberapa waktu lalu.

Nasir juga mengaku sudah berbicara dengan keluarga, termasuk dengan adiknya Eriawan yang masih menjabat Wakil Bupati Pesawaran terkait rencana pencalonannya itu.

Sementara itu, istrinya Nasir, Yeni Amalia meyakini bila pencalonan kakak beradik tersebut tidak akan berdampak pada perpecahan keluarga.

Ia menuturkan bila yang namanya keluarga itu tidak dapat dipisahkan.

Sehingga tetap menjalin hubungan emosional.

"Terlepas dari itu, karena mereka (Nasir-Eriawan) yang adik-kakak, saya paham sekali bahwa keluarga mereka utuh. Kebersamaan itu dijalin (sama) mereka," ungkapnya.

Eriawan sebagai kader PDI Perjuangan telah siap mengikuti intruksi partai.

"Ketika partai saya tidak mencalonkan saya, maka saya tidak akan menjadi calon (Wakil Bupati), dan tidak akan meneruskan pencalonan," tuturnya.

Eriawan mengakui bila M Nasir sebagai kader terbaik PDI Perjuangan.

Selain sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran, M.Nasir juga merupakan kakaknya Eriawan, yang otomatis pimpinannya di partai.

"Partai PDI Perjuangan ini adalah partai yang demokrasi, maka semua kader boleh mencalonkan diri, termasuk saya dan Pak Nasir," ujar Eriawan.

Jadi, tambah Eriawan, M Nasir mempunyai hak politik juga untuk mencalonkan diri.

Baik itu calon bupati atau mencalonkan sebagai wakil bupati.

Eriawan pun mengaku akan selalu mendukung dan taat dengan keputusan partai.

Jauh-jauh dari Lampung Tengah, 4 Pria Ini Beli Rokok Pakai Uang Palsu di Pesawaran

Polda Lidik Pencabulan Gadis 16 Tahun Asal Pesawaran Hamil Tujuh Bulan

Secara kekeluargaan, Eriawan mengatakan, hubungannya dengan kakanya, M Nasir, baik-baik saja.

Justru, kata dia, M Nasir yang mendukungnya untuk mendaftarkan diri sebagai Wakil Bupati.

"Jadi tidak ada intervensi beliau (M Nasir) terhadap saya, atau saya disuruh mundur, tidak ada. Beliau merestui sebagai pimpinan partai dan sebagai kakak," katanya. (tribunlampung.co.id/robertus didik budiawan cahyono)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved