Tribun Lampung Tengah

Pengurus PMII Lamteng Sebut Konkorcab ke VII Telah Hilang Makna

Konfrensi koordinasi cabang ke-VII PKC PMII yang dilangsungkan di Lampung Tengah, Jumat (6/9/2019) lalu, meninggal kesan kurang baik bagi pengurus

Pengurus PMII Lamteng Sebut Konkorcab ke VII Telah Hilang Makna
Tribunlampung.co.id/Syamsir
Koonkorcab ke VII PMII Lampung diselenggarakan di Lampung Tengah. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,GUNUNGSUGIH - Konfrensi koordinasi cabang ke-VII PKC Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dilangsungkan di Lampung Tengah, Jumat (6/9/2019) lalu, meninggal kesan kurang baik bagi pengurus di kabupaten itu.

Ketua PC PMII Lamteng Muhammad Muflihudin menilai, untuk musyawarah tingkat provinis, Konkoorcab dianggapnya telah hilang makna dan esensi dari kegiatan itu sendiri.

Ia beralasan, suasana Konkoorcab yang berlangsung panas dan sempat menegang itu, mengakibatkan acara harus dipindahkan dari lokasi awal di Pondok Pesantren Darussa'adah, Mojo Agung, Gunung Sugih ke lokasi lain.

“Ketegangan yang terjadi antar peserta di sidang tata tertib pertama, bermuara pada putusan penyelenggara dan keluarga Ponpes (Darussa'adah) untuk memindahkan lokasi Konkoorcab, dengan alasan mengantisiapsi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Muhammad Muflihudin, Selasa (10/9).

Muflih menilai seharusnya forum tersebut adalah ruang adu gagasan, adu program, adu komitmen dan prinsip kepemimpinan.

“Setidaknya begitulah semestinya. Idealitas sebuah forum permusyawaratan tingkat provinsi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Semua calon membiarkan begitu saja atas tidak terselenggaranya sidang komisi," ujar Muflihudin.

Bocah Meninggal Dunia karena Dibully, Begini Respons Ibu Terduga Pelaku saat Ditelepon Ibu Korban

Selaku tuan rumah, Ketua Umum PC PMII Lampung Muhammad Muflihudin menyatakan Kekecewaannya. I menilai banyak kepentingan yang bermain dalan perebutan kursi kepemimpinan PMII Lampung.

Selain itu, ketidakmampuan para calon untuk menjaga konsistensi para pendukungnya untuk beradu gagasan program di sidang komisi, adalah indikasi utama bahwa Konkoorcab VII PMII Lampung adalah Konkoorcab Yang hilang makna.

Sekretaris Umum PC PMII Lampung Tengah Syarif Hidayatullah pun ikut bersuara. Menurutnya, Koonkorcab ke VII PMII Lampung menjadi catatan sejarah yang amat jauh dari kata baik.

Bermodalkan Rp 20 Ribu, Pria Beristri Ini Sodomi 3 Bocah

"Dimana mayoritas kader PMII se-Provinsi Lampung yang menjadi utusan dari masing-masing cabang, hanya mampu memaknai Konkoorcab sebagai musyawarah tertinggi untuk memilih ketua saja, asal terpilih, asal menang, program dan gagasan tak dianggap penting dengan ditinggalkannya forum sebelum terselenggaranya sidang komisi," imbuh Syarief.

Namun secara umum, keluarga besar PC PMII Lampung Tengah tetap tak pupus Harapan. Mereka menaruh harapan pada Ketua PKC PMII Lampung yang terpilih, Ahmad Hadi Baladi Ummah (Bandar Lampung), untuk tetap bisa menjaga pemahaman bahwa PMII se-Provinsi Lampung tetap tatu.

Pihaknya juga lanjut Syarief Hidayatullah mengapresiasi pada calon ketua PKC yang belum terpilih yakni Riki Andrianto (Metro), Aris Tama (Lampura) dan Hisbullah (Bandar Lampung).

"Mari pulang, pulang ke komisariat dan rayon di cabang masing-masing, karena disanalah ruang idealitas lebih bisa diterima dan ditanamkan dalam bumi kaderisasi." tutupnya.

(Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved