Tribun Bandar Lampung

Kisah Anak-anak Berkebutuhan Khusus di Lampung Bikin Batik dan Jajanan

Sedikitnya 24 macam batik tulis dipasarkan tiap bulannya dari anak-anak berkebutuhan khusus di Growing Hope ini.

Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Kevin Natahadi dan Antonius Gavin Wibowo. 

Kepada Tribunlampung.co.id, Kevin menunjukkan tangannya yang masih terdapat bercak-bercak lilin bekas membatik.

Tak Malu Punya Anak Berkebutuhan Khusus, 4 Artis Ini Beri Pola Asuh Dengan Cara Seperti Ini

VIDEO Inilah Kunci Bu Wati Mengurus Anak Berkebutuhan Khusus di Panti Asuhan

"Ini kotor, kotor, bersih," ucapnya.

Setelah Kevin selesai mendesain dan melukis kain, proses pewarnanya diserahkan kepada Antonius Gavin Wibowo (19).

Gavin dipercaya untuk memberi sentuhan warna di setiap desain batik yang dibuat oleh Kevin.

Saat ditanya kenapa Gavin lebih memilih mewarnai dibandingkan menggambar, penyandang tunarungu ini mengaku suka memberi warna.

Menurutnya, dengan warna segalanya hidup.

Gavin juga mengaku mampu mengaplikasikan waterglass untuk membatik.

Ia mengatakan, bisa memberi sentuhan warna yang menarik pada batik karena ia mau bisa dan terus berusaha.

Bukan cuma keduanya yang menghasilkan batik tulis, ada anak-anak lain yang juga membantik.

Karya-karya mereka telah menembus pasaran dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved