Tribun Lampung Tengah

Terharu Jumpai Anak Berkebutuhan Khusus, Bupati Loekman Seka Air Mata

Loekman mengaku sangat tersentuh apabila berhadapan dengan anak-anak berkebutuhan khusus.

Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam
Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto (kanan) berfoto bersama siswa SLB Kurnia Poncowati, Kecamatan Terbanggi Besar, Kamis, 2 Mei 2019. 

Terharu Jumpai Anak Berkebutuhan Khusus, Bupati Loekman Seka Air Mata

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TERBANGGI BESAR - Kunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Kurnia di Kampung Poncowati, Kecamatan Terbanggi Besar, Kamis, 2 Mei 2019, Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto terharu.

Bahkan, ia sempat menyeka air mata di pipinya.

Loekman mengaku sangat tersentuh apabila berhadapan dengan anak-anak berkebutuhan khusus.

"Saya selalu terharu. Ini sungguh kegiatan yang mulia. Saya berharap semua orangtua siswa (SLB Kurnia) supaya bersabar dalam merawat anak-anak mereka. Seluruh guru di sini pun begitu," ujar Loekman.

Loekman menyatakan, pemkab akan mendorong organisasi terkait untuk memberikan perhatian khusus pada pendidikan, khususnya yang ada di wilayah Terbanggi Besar.

"Kegiatan seperti ini seharusnya menjadi prioritas. Saya mendapat informasi terkait kondisi sekolah ini, terkait pengajarnya yang hanya satu orang sebagai PNS. Saya meminta Ibu Yuli Kurniati (penggagas SLB Kurnia) buat proposal supaya nanti kita utamakan anggarannya," imbuhnya.

Disdikbud Lampung Gelar Gebyar Autis 2019

Tak Malu Punya Anak Berkebutuhan Khusus, 4 Artis Ini Beri Pola Asuh Dengan Cara Seperti Ini

Cerita Perjalanan Hidupnya, Lansia Umur 80 Tahun Menangis di Hadapan Bupati Loekman Djoyosoemarto

Bupati menyatakan, kegiatan yang digelar oleh Dharma Wanita Dinas Sosial (Dissos) Lamteng harus menjadi contoh bagi dinas atau Dharma Wanita lainnya di lingkungan Pemkab Lamteng.

Ketua Dharma Wanita Dissos Lamteng Desy Irwan menjelaskan, kegiatan yang dilakukan di SLB Kurnia dalam rangka memberikan perhatian kepada anak berkebutuhan khusus.

"Kita ingin kegiatan seperti ini dapat diperhatikan oleh berbagai pihak lainnya. Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah hadir dan melihat langsung belajar mengajar di SLB Kurnia," ujar Desy.

Dalam kesempatan itu, Dharma Wanita Dissos juga memberikan sejumlah kebutuhan bagi proses belajar mengajar di SLB Kurnia.

"Meski belum mencukupi untuk kebutuhan seluruh sekolah, harapan kami supaya apa yang bisa kami bantu dapat berguna bagi sekolah ini," terangnya.

SLB Kurnia didirikan oleh Yuli Kurniati pada 2015 silam.

SLB Kurnia saat ini menanggung 46 anak berkebutuhan khusus yang dibina oleh 14 pengajar. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam) 

Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved