Bisa Menyerang Segala Usia, Kenali Penyebab Biduran dan Cara Mengatasinya

Bisa Menyerang Segala Usia, Kenali Penyebab Biduran dan Cara Mengatasinya

Bisa Menyerang Segala Usia, Kenali Penyebab Biduran dan Cara Mengatasinya
net
Ilustrasi - biduran pada anak, Bisa Menyerang Segala Usia, Kenali Penyebab Biduran dan Cara Mengatasinya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BANDARLAMPUNG - Belum lama ini penggemar BTS, Army dibuat khawatir dengan kondisi kesehatan V BTS. Pasalnya, V BTS mengungkapkan bahwa ia menderita penyakit kulit cholinergic urticaria.

Sebenarnya apa itu cholinergic urticaria? dokter Antoni Miftah SpKK menerangkan, penyakit ini biasa disebut ruam kulit atau umum dikenal di Indonesia dengan sebutan biduran. Ruam bisa timbul di seluruh permukaan kulit atau bagian tertentu saja.

"Kondisi kulit yang mengalami biduran akan seperti bercak-bercak, ruam, lebih oucat dsri kukit sekitarnya, nampak bentol-bentol kemerahan hingga terasa gatal," beber dr Antoni yang membuka praktek pribadi di Jalan Gajah Mada Bandar Lampung ini kepada Tribun Lampung, Kamis (12/9/2019).

Pemicu timbulnya cholinergic urticaria sendiri bisa dari faktor lingkungan atau dirinya sendiri. Jadi meskipun biduran kerap dikaitkan dengan reaksi alergi, kondisi ini juga bisa dipicu oleh berapa hal lain.

Misalnya tekanan suhu, debu, tungau, rumput-rumput, efek stres, makanan, akibat efek mengonsumsi obat tertentu, infeksi saat mengalami sakit gigi atau cacingan, hingga akibat gigitan serangga.

Urticaria sendiri ada dua yakni jenis akut dan kronik. Untuk urticaria akut dimana baru diderita enam bulan terakhir.

Untuk urticaria kronis sudah diderita berulang dan bertahun-tahun. Bisa jadi sejak kecil.

Cara Menangani Penyakit Biduran pada Anak

Cholinergic urticaria ini bisa diderita baik pada usia anak-anak hingga dewasa pun bisa mengalaminya. Biasanya gejala ruam atau biduran ini akan mereda dan memudar dengan sendirinya dalam waktu sekitar 24 jam.

Namun dr Antoni menyarankan saat mengalami ruam kulit sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut agar diketahui penyebab pastinya.

Biasanya selain melakukan diagnosa kepada pasien, juga akan dilakukan tes alergi melalui skin prick test.

Halaman
12
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved