VIDEO Anggota Dewan Sedang Makan, Warung Makan Lesehan di Pringsewu Terbakar
Seorang anggota dewan sedang makan saat warung lesehan yang ia datangi terbakar.
Penulis: ikhsan dwi nur satrio | Editor: Ridwan Hardiansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Seorang anggota dewan sedang makan saat warung lesehan yang ia datangi terbakar.
Insiden itu dialami anggota DPRD Pringsewu, Maulana M Lahudin.
Peristiwa kebakaran terjadi di warung Lesehan Lina JJ, pada Jumat (13/9/2019) sekira pukul 13.00 WIB.
Warung lesehan tersebut menempati satu unit ruko berlantai dua.
Maulana mengungkapkan, dirinya merupakan pelanggan di warung lesehan tersebut.
Saat hendak makan, ia mencium bau gosong.
Maulana lalu menanyakan perihal bau gosong tersebut ke pemilik warung.
Tak berapa lama, ia melihat asap dari lantai dua.
• Pria Tewas Terbakar Saat Rumahnya Dilahap Api di Lampung, Korban Tak Mampu Bergerak Cuma Bisa Teriak
Orang-orang yang berada di warung tersebut tak berani memastikan kondisi lantai dua lantaran asap yang pekat.
"Saya langsung telepon damkar. Nggak berselang lama, damkar datang ke tempat kerjadian perkara," kata Maulana M Lahudin.
Diduga Korsleting Listrik
Sebanyak tiga tim damkar mendatangi lokasi kejadian.
Aksi cepat tersebut membuat api segera dijinakkan sebelum meluas.
Kebaran terjadi pada satu kamar di lantai dua.
Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.
Korban jiwa tidak ada dalam peristiwa tersebut.
Selain pemadam kebakaran, sejumlah polisi juga juga terlihat di lokasi kebakaran.
• Terjadi Kebakaran Lahan di Puncak Gunung Rajabasa, Tercatat 25 Kasus Kebakaran Lahan Selama Kemarau
Listrik sedang Padam
Anak pemilik warung Lesehan Lina JJ, Elsa (19) mengungkapkan, saat kejadian, listrik sedang padam.
Karena itu, pihaknya menggunakan genset agar dapat melayani pelanggan.
Elsa mengaku tidak mengetahui penyebab kebakaran.
Lantaran saat itu, ia sedang berada di lantai satu.
Selain itu, kondisi warung lesehan sedang ramai pelanggan karena bertepatan dengan jam makan siang.
Sehingga, dirinya sibuk melayani pelanggan.
Kebakaran diketahui ketika ada pelanggan yang mencium bau gosong.
Hal tersebut kemudian diinformasikan ke karyawan.
Selanjutnya, seorang karyawan melihat ke lantai dua, yang menjadi sumber bau gosong.
Ternyata, ruangan di lantai dua sudah dipenuhi asap pekat.
• Diduga Akibat Bakar Sampah, Lahan Tanaman Jati di Pringsewu Terbakar
Seketika, seluruh orang di warung lesehan tersebut berhamburan keluar.
"Ada Pak Maulana (anggota dewan Pringsewu) di sini, langsung menelfon pemadam," katanya, di lokasi kejadian.
Pria Tewas Terbakar di Dalam Rumah
Sehari sebelumnya, pada Kamis (12/9/2019), peristiwa kebakaran terjadi di Lampung Utara.
Dalam peristiwa itu, seorang pria tewas terbakar di dalam rumahnya.
Korban bernama Madjahri (83).
Ia merupakan warga Dusun Tagalaya Balak, Desa Ogan jaya, Kecamatan Sungkai Utara, Lampung Utara.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Kamis (12/9/2019) sekira pukul 11.30 WIB.
Saat itu, korban yang bertempat tinggal di sebuah gubuk di Dusun Harapan Jaya Desa Negri Galihrejo, Sungkai Tengah, Lampung Utara, tidak bisa bergerak karena sakit.
Istri korban, Aliah mengatakan, ketika rumahnya terbakar, ia sedang pergi melihat kebun.
Ia kemudian mendapatkan informasi bahwa rumahnya terbakar.
Seketika itu, Aliah langsung pulang.
Saat tiba, ia melihat kondisi rumahnya telah habis dilahap api.
Rumahnya pun telah rata dengan tanah.
Sementara, suaminya tewas terbakar di dalam rumah.
Tetangga korban, Rohimin (33) menceritakan, sebelum pergi ke kebun, Aliah sedang memasak.
"Posisi tungku buat masaknya di bawah rumah, bentuk rumahnya panggung,” kata Rohimin.
Setelah itu, lanjut Rohimin, Aliah pergi berladang.
Diduga, ia tidak mematikan api dari tungku kayu untuk memasak.
Alhasil, terus Rohimin, api dengan cepat menyambar dinding gubuk tempat tinggal pasangan tersebut.
Diketahui, gubuk tersebut terbuat dari bambu dan kayu serta beratapkan bambu.
Rohimin mengatakan, ia sempat mendengar Madjahri berteriak minta tolong ke warga untuk padamkan api.
Namun nahas, dalam hitungan menit, api semakin membesar dan membakar rumah beserta korban.
“Korban tidak bisa jalan, hanya bisa merangkak, jadi pas kebakaran tidak bisa apa-apa,” tutur Rohimin.
• Gadis 17 Tahun Diperkosa 6 Pria hingga Hamil, Awalnya Tepergok Dipaksa Hubungan Intim dengan Pacar
Camat Sungkai Tengah, Idris menambahkan, saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Puskesmas Sungkai Tengah untuk di visum.
Namun, terus Idris, pihak keluarga korban melalui anaknya, Jumadi (51), meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak melakukan autopsi.
Keluarga telah menerima kejadian kebakaran tersebut murni sebagai musibah.
Pihak keluarga, kata Idris, juga langsung memohon izin untuk membawa jenazah korban ke rumah duka untuk segera dimakamkan. (tribunlampung.co.id/robertus didik budiawan)
Videografer Tribunlampung.co.id/Ikhsan Dwi Nur Satrio