Tribun Lampung Selatan

Hasil Panen Padi di Ketapang Turun 60 Persen Akibat Kemarau Panjang

Kemarau panjang yang terjadi saat ini berdampak pada penurunan hasil panen petani.

Hasil Panen Padi di Ketapang Turun 60 Persen Akibat Kemarau Panjang
Tribunlampung.co.id/Dedi
Petani padi di Ketapang 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Kemarau panjang yang terjadi saat ini berdampak pada penurunan hasil panen petani. Seperti yang dialami petani di kecamatan Ketapang Lampung Selatan. Hasil panen padi petani untuk musim tanam gadu (kemarau) turun hingga 60 persen.

Efendi, seorang petani di Ruguk mengatakan dampak dari kemarau membuat perkembangan tanaman padi tidak maksimal karena sumber air yang berkurang. Kondisi ini berpengaruh pada hasil panen yang turun hingga 60 persen.

“Jika kondisi normal hasil panen bisa 7 ton. Tanam kali ini panen hanya 3 ton saja hasilnya,” kata dia, rabu (18/9).

Meski hasil panen tidaklah seperti yang diharapkan. Tetapi bagi Efendi, dirinya masih beruntung. Karena beberapa petani lainnya di kecamatan Ketapang justru mengalami gagal panen akibat kemarau.

Hal yang sama Dalijan petani lainnya. Menurut dirinya, dampak dari kemarau ini berpengaruh pada bulir buah yang hampa (kosong). Ini dikarenakan kurangnya pasokan air, sehingga pertumbuhan tanam padi tidak maksimal.

Beruntung, meski hasil panen petani menurun. Namun untuk harga gabah saat ini relatif tinggi. Untuk di kecamatan Ketapang dan Sragi harga gabah kering panen (GKP)  jenis muncul mencapai Rp. 4.400 perkilogram. Sedngkan untuk jenis Ciherang dan IR 64 mencapai Rp. 5.000 perkilogram.

“Kalau untuk harga gabah saat ini relatif tinggi. Kita masih bisa terbantu. Meski hasil panen jauh dari harapan,” kata Dalijan.

Terjadi Kebakaran Lahan di Puncak Gunung Rajabasa, Tercatat 25 Kasus Kebakaran Lahan Selama Kemarau

Kemarau panjang yang terjadi saat ini berdampak pada sektor pertanian. Puso dan ancaman gagal panen pun menghantui petani disejumlah daerah kecamatan.

Dari data dinas TPHP Lampung Selatan untuk lahan tanaman padi yang telah mengalami puso hingga saat ini mencapai 196 hektar. Sedangkan mengalami kekeringan berat 982 hektar.

Sedangkan untuk yang kekeringan sedang mencapai 403 hektar. Serta kekeringan ringan mencapai 1.258 hektar.

“Untuk yang kekeringan berat ini terancam puso. Karena kondisinya sudah kritis. Kemungkinan jika hingga sepekan kedepan tidak ada hujan, sudah akan puso,” terang Noviar Akmal, plt kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan.

Untuk lahan sawah yang telah mengalami puso berada di Kecamatan Ketapang dengan luasan 179 hektar dan di kecamatan Palas dengan luasan 16 hektar. Sementara yang kekeringan berat/akut terbanyak ada di kecamatan Natar dengan luasan 398 hektar dan Ketapang dengan luasan 146 hektar.

(tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved