Mahasiswi Diraba-raba di Ruang Dosen saat Mengumpul Tugas UAS, Pelaku Dapat Ganjaran

Mahasiswi Diraba-raba di Ruang Dosen saat Mengumpul Tugas UAS, Pelaku Dapat Ganjaran

Mahasiswi Diraba-raba di Ruang Dosen saat Mengumpul Tugas UAS, Pelaku Dapat Ganjaran
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Mahasiswi Diraba-raba di Ruang Dosen saat Mengumpul Tugas UAS, Pelaku Dapat Ganjaran. FOTO terdakwa dosen yang diduga cabuli mahasiswi 

Mahasiswi Diraba-raba di Ruang Dosen saat Mengumpul Tugas UAS, Pelaku Dapat Ganjaran

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Oknum dosen yang didakwa mencabuli mahasiswi di ruangannya saat mengumpul tugas UAS akhirnya mendapat ganjaran.

Majelis Hakim menjatuhkan vonis oknum Dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) Syaiful Hamali dengan hukuman satu tahun penjara atas perbuatannya melakukan tindak pidana pencabulan.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa 17 September 2019, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Aslan Ainin menyatakan terdakwa Syaiful Hamali terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan cabul.

Aslan menyebutkan bahwa terdakwa bersalah sebagaimana diatur dalam dakwaan pengganti pasal 290 ayat 1 KUHP tentang pencabulan.

"Maka menjatuhi terdakwa Syaiful Hamali dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun dikurangi selama terdakwa dalam kurungan," seru Aslan.

Menanggapi atas putusan tersebut, kuasa hukum terdakwa, Muhammad Suhendra, mengatakan pihaknya kecewa mendengar putusan Majelis Hakim.

 Pengemis Gelandangan Ini Gaya Pakaiannya Ditiru Desainer Ternama, Kini Jadi Ikon Fashion Terkenal

 Ibu 3 Anak Sukses Turunkan Berat Badan hingga Jadi Pelatih ZUmba, Ternyata Ini Rahasianya

"Karena kami menilai bahwa putusan majelis hakim terkandung nilai keraguan sejak dari tuntuan karena dalam fakta persidangan tidak bisa membuktikan apakah peristiwa itu terjadi apa tidak, karena tidak ada satu pun saksi yang melihat peristiwa," katanya.

"Kedua pertimbangan Majelis Hakim juga penuh keraguan kalaupun Majelis Hakim sepenuhnya sependapat dengan dakwaan atau tuntutan penuntut unum tentuanya putusan yang kita dengar hari ini tidak mungkin hanya satu tahun.

Menurut kami kuasa hukum penuh dengan keraguan sehingga ketika tisak ada keraguan majelis hakim berani memutus bebas terhadap terdakwa," imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved