Kecelakaan Maut di Way Kanan

Polres Way Kanan Akan Koordinasi dengan Dinas PU Way Kanan terkait Tabrakan Maut Truk vs Bus Rosalia

Polres Way Kanan akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Way Kanan, untuk mencari tahu pelaksana proyek perbaikan Jalinteng, Way Kanan.

Polres Way Kanan Akan Koordinasi dengan Dinas PU Way Kanan terkait Tabrakan Maut Truk vs Bus Rosalia
Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi
Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro (tengah) didampingi Wakapolres Way Kanan Kompol Fanny Indrawan (kiri) dan Kanitlaka Polres Way Kanan Ipda Indra Kirana (dua kanan) saat melakukan ekpose tabrakan maut truk vs bus Rosalia Indah, di Mapolres Way Kanan, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Polres Way Kanan berencana untuk berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Way Kanan, untuk mencari tahu pelaksana proyek perbaikan jalan lintas tengah (Jalinteng) Sumatera KM 229 Way Tuba, Way Kanan.

Kondisi aspal yang bergelombang, menjadi salah satu penyebab terjadinya tabrakan maut truk vs bus Rosalia Indah di Way Kanan, pada Senin, 16 September 2019 sekira pukul 14.45 WIB, yang menyebabkan 8 orang meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro didampingi Wakapolres Way Kanan Kompol Fanny Indrawan dan Kanitlaka Polres Way Kanan Ipda Indra Kirana saat melakukan ekpose lakalantas yang terjadi antara truk tanki dan bus Rosalia Indah, Jumat (20/9/2019).

"Kronologis kejadian, telah terjadi lakalantas antara bus Rosalia Indah warna biru kombinasi nopol AD 1666 CF bermuatan sebanyak 36 orang yang berjalan dari arah Blambangan Umpu menuju Martapura di jalur jalan tikungan menanjak berjalan dengan kecepatan tinggi dan hilang kendali hingga berpindah jalur ke kanan," kata Andy Siswantoro.

Sopir Bus Rosalia Indah Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Way Kanan

Tim Korlantas Mabes Polri Tinjau Lokasi Kecelakaan Truk Tangki vs Bus Rosalia Indah di Way Kanan

"Kemudian, bus keluar bahu jalan dan membanting stir ke kiri, namun kendaraan terbalik di jalur kanan jalan," imbuh Andy Siswantoro.

"Pada saat bersamaan, dari arah Martapura menuju Blambangan Umpu, datang truk tanki Mitsubishi fuso warna orange kombinasi nopol BE 9291 YJ, bermuatan minyak CPO, sehingga bertabrakan dan terjadi kecelakaan," tutur Andy Siswantoro.

Lakalantas tersebut, kata Andy Siswantoro, mengakibatkan korban sebanyak 38 orang, terdiri dari 8 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat dan 22 orang luka ringan.

Satu dari 8 orang yang meninggal dunia tersebut, terus Andy Siswantoro, adalah pengemudi truk tanki atas nama Marjoko (27), warga Jalan Imam Bonjol, Metro Pusat, Kota Metro.

"Korban meninggal terdiri dari 7 laki-laki dan 1 orang perempuan, dan semua jenazah sudah diketahui identitasnya dan dibawa oleh keluarga korban, dari RSUD Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan," jelas Andy Siswantoro.

Untuk korban luka-luka, lanjut Andy Siswantoro, setelah mendapatkan perawatan dari tim medis, diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Halaman
12
Penulis: anung bayuardi
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved