VIDEO Musim Kemarau Rawan Kebakaran, BPBD Bandar Lampung Siapkan 13 Damkar dan 65 Petugas Piket

Musim kemarau yang sedang terjadi saat ini rentan menimbulkan kebakaran, seperti kebakaran bangunan dan lahan.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Musim kemarau yang sedang terjadi saat ini rentan menimbulkan kebakaran, seperti kebakaran bangunan dan lahan.

Agar kasus kebakaran bisa segera diatasi BPBD Bandar Lampung telah mengambil sejumlah langkah antisipasi.

Sekretaris BPBD Bandar Lampung M Rizki mengatakan, langkah antisipasi tersebut diantaranya dengan memiliki 9 pos siaga dan pos induk yang beroperasi 24 jam.

Pos siaga ada di Panjang, Bumi Waras, Tanjungkarang Timur, Dinas Sosial, Teluk Betung Utara, Rajabasa, Labuhan Ratu, Kemiling, dan Sukabumi. Sedangkan Pos induk berada di Jalan Kapten Tendean.

Kakak Beradik di Lampung Utara Makan Kucing, Alasannya Bikin Geger Warga

Bak Komplotan Profesional, 3 Bocah SD Bagi Tugas Curi Motor yang Terparkir, Pemiliknya Hampir Nangis

"Kami juga setiap hari memiliki 65 petugas piket dan 65 petugas cadangan. Lalu ada 13 kendaraan damkar dengan posisi selalu siap dan air yang selalu terisi penuh. Sehingga kapan saja ada kebakaran, kendaraan damkar langsung bisa berangkat," ujar Rizki saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu, 21 September 2019.

Namun menurut Rizki, daripada mengatasi kebakaran, lebih baik kebakaran dicegah.

Caranya dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama diatas rumput yang kering. Jangan pula membuka lahan dengan cara dibakar.

Cara pencegahan lain dengan memastikan rumah aman sebelum ditinggal berpergian.

Maksudnya aman contohnya, tidak ada kompor, lilin, atau puntung rokok yang menyala, serta tidak ada barang-barang lain yang bisa memicu terjadinya kebakaran.

Rizki menuturkan, kasus kebakaran memang cukup banyak sejak musim kemarau mulai berlangsung.

Kebakarannya macam-macam.

VIDEO Kesulitan Air Bersih, 100 KK di Lebak Jaya Bergantung pada Satu Sumur Bor di Musala

VIDEO KM Banawa Nusantara 73 Tunggu Izin Laik Berlayar, Bantu Masyarakat di Pulau Sebesi

Namun yang paling banyak kebakaran di lahan tidur.

Artinya lahan tidur, adalah lahan yang sudah lama tidak terpakai, atau terbengkalai

"Penyebab kebakaran lahan tidur itu, lanjut Rizki, bisa banyak kemungkinan. Salah satunya puntung rokok yang dibuang di lahan itu. Itu sebabnya saya katakan, jangan buang puntung rokok sembarnagan. Walaupun api puntung rokok tidak besar tapi kebakaran bisa cepat terjadi," ucap Rizki. (Videografer Tribunlampung.co.id/Ikhsan Dwi Nur Satrio)

Penulis: ikhsan dwi nur satrio
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved