Antisipasi Proyek Perbaikan Berulang, Jalan Provinsi Sebaiknya Rigid Beton, Ini Kata Dinas PU

Jalan-jalan kelas provinsi di Lampung sebaiknya dibangun dan diperbaiki dengan cara rigid pavement atau perkerasan kaku menggunakan beton.

Penulis: kiki adipratama | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam
Ilustrasi - Antisipasi Proyek Perbaikan Berulang, Jalan Provinsi Sebaiknya Rigid Beton, Ini Kata Dinas PU. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jalan-jalan kelas provinsi di Lampung sebaiknya dibangun dan diperbaiki dengan cara rigid pavement atau perkerasan kaku menggunakan beton.

Melalui rigid beton, kondisi jalan provinsi akan lebih tahan lama dan tidak mudah rusak, selain itu juga untuk mengantisipasi proyek perbaikan berulang.

Dosen Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung Heri Riyanto mengungkapkan, jalan memiliki klasifikasi terkait ketahanan terhadap beban di atasnya. Mulai dari jalan kelas I, kelas IIA, kelas IIB, kelas IIC, dan kelas III.

"Masing-masing kelas jalan tersebut memiliki kemampuan menahan beban yang berbeda-beda. Karena itu, tidak jarang kita temukan jalan rusak akibat ketidakmampuan menahan beban yang melintas di atasnya," kata Heri Riyanto, Sabtu (21/9).

Heri Riyanto menjelaskan jalan-jalan yang terbagi ke dalam klasifikasi tersebut memiliki standar masing-masing.

Seperti jalan nasional dan jalan tol yang berbeda kapasitasnya dengan jalan provinsi.

Jalan Provinsi di Lampung Rusak Parah: Aspal Mengelupas, Berlubang hingga Ambles

VIDEO TEASER - Banyak Jalan Provinsi Rusak Parah, Lihat Kondisinya

Karena itulah, papar Heri Riyanto, jalan provinsi menjadi mudah rusak karena kendaraan berat yang melintasi jalan kelas tol juga melintasi jalan provinsi.

Untuk mengatasi masalah jalan rusak, Heri Riyanto menyebut ada satu solusi, yaitu dengan melihat struktur tanahnya.

Dengan struktur tanah yang kurang baik di jalan-jalan provinsi di Lampung, menurut dia, perbaikan sebaiknya menggunakan rigid beton.

"Tanahnya jelek ya. Maka lebih bagus (perbaikan) menggunakan rigid beton. Memang beton ini lebih mahal daripada aspal," ujarnya.

Berdasarkan penelitian, beber Heri, rigid beton memang menjadi solusi pembangunan maupun perbaikan jalan yang kondisi tanahnya kurang baik.

"Contohnya Jalan Ryacudu. 'Kan sekarang rigid beton. Di situ tanahnya timbunan. Kalau pakai aspal, tanahnya pasti turun lagi, turun lagi," jelasnya.

"Gigi"

Masih banyaknya jalan rusak di Lampung menjadi pekerjaan rumah pemerintahan Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia.

Genap 100 hari pemerintahan Arinal-Nunik, Jumat (20/9), satu di antara beberapa tantangan adalah kondisi infrastruktur jalan yang belum 100 persen mulus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved