Simak Tips 'Menaklukkan Anak' Usia 7-8 Tahun Dengan Lima Cara ini

Anda memiliki anak usia 7-9 tahun? mungkin anda harus menyimak lima tips ini. Usia ini Anak-anak sering kali tidak mendengarkan apa yang diperintahkan

Tayang:
Penulis: Beni Yulianto | Editor: wakos reza gautama
P2TP2A Aceh
Ilustrasi - Anda memiliki anak usia 7-9 tahun? mungkin anda harus menyimak lima tips ini. Usia ini Anak-anak sering kali tidak mendengarkan apa yang diperintahkan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Anda memiliki anak usia 7-9 tahun? mungkin anda harus menyimak lima tips ini. 

Pada usia ini, anak-anak sering kali tidak mendengarkan apa yang diperintahkan oleh orangtua.

Padahal itu hanya perintah sederhana saja, seperti mengecilkan suara televisi atau menaruh kaus kaki di keranjang.

Dan acap kali, ini membuat ocehan orangtua dengan nada tinggi yang diulang-ulang hanya gara-gara anak tidak menuruti apa yang diminta.

Banyak orangtua yang gemas dengan perilaku tidak kooperatif anak-anak mereka yang sudah mulai besar.

Dalam Mendidik Anak, Ratna Listy Ajarkan Tiga Kata Ajaib

Sikap Otoriter Diperlukan untuk Mendidik Anak

Walau sudah diajak bicara dengan nada lembut, mereka seolah mengabaikan, bahkan menentang untuk melakukan.

Akhirnya orangtua pun terpancing emosi dan marah.

Perilaku anak-anak berusia sekitar 7-9 tahun ini sebenarnya didasari oleh apa yang terjadi di dalam dirinya, yakni mereka mulai merasa punya kendali atas hidupnya sendiri.

Mereka juga lebih fokus pada dunia luar dan tertarik pada apa yang ada di sana, seperti sekolah, teman, atau aktivitas olahraga.

“Sikap mereka yang sering tidak mendengarkan orangtuanya juga salah satu cara untuk menguji batasan kemerdekaan dirinya,” kata psikolog Mary Rouerke Ph.D.

Perilaku mengabaikan perintah orangtua itu juga menjadi cara anak untuk menghadapi tekanan baru dan tanggung jawab.

“Anak-anak di usia ini menghabiskan banyak waktunya di sekolah dan mengikuti perintah. Sekolah memberi tuntutan yang besar, sehingga mereka cuma punya sedikit kesempatan untuk bebas, tidak stres, dan melatih pilihan mereka sendiri,” kata psikolog anak Carla Fick.

Meski begitu, sebagai orangtua kita bisa “mengembalikan telinga anak” tanpa harus meninggikan suara dengan mengikuti tips berikut:

1. Ubah sudut pandang

Berteriak untuk mendapatkan perhatian anak sebenarnya kurang efektif. Lebih baik, coba mundur dan kenali bahwa anak bersikap seperti itu bukan berarti ingin meremehkan orangtua, tapi itu perilaku wajar anak seusianya. Lalu, carilah strategi baru.

Sumber: Intisari Online
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved