Tribun Bandar Lampung

Heboh Banner 'Gedung DPRD Lampung Dijual' Saat Aksi Mahasiswa

Hanapi mengaku, nomor kakaknya tersebut terus dihubungi oleh orang tak dikenal hanya untuk menanyakan harga jual gedung DPRD Lampung.

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Banner inilah yang terpampang di lantai 2 gedung DPRD Lampung saat aksi demo, Selasa (24/9/2019) lalu. 

Heboh Banner 'Gedung DPRD Lampung Dijual' Saat Aksi Mahasiswa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Aksi demo menolak UU KPK dan RUU KUHP di DPRD Provinsi Lampung beberapa hari lalu menyisakan cerita menarik.

Gara-gara banner yang dibawa peserta aksi, si pemilik nomor telepon mendapat teror dari sejumlah orang tak dikenal.

Banner itu terpampang di lantai dua gedung DPRD Provinsi Lampung saat aksi demo, Selasa (24/9/2019).

Pada banner berwarna kuning itu terdapat tulisan "DIJUAL" dan dua nomor telepon.

Entah serius atau hanya iseng belaka, sejumlah orang menghubungi nomor tersebut dengan maksud menanyakan harga gedung DPRD Lampung.

Alhasil, si pemilik nomor merasa terganggu lantaran terus diteror oleh orang tak dikenal yang menawar gedung DPRD Lampung.

Hanapi Sampurna, adik pemilik banner tersebut, menceritakan bahwa pihaknya tidak tahu jika ternyata banner tersebut dibawa para peserta aksi.

 Terhasut Ajakan Turun ke Jalan, Belasan Siswa di Bandar Lampung Dijaring Polisi

 BREAKING NEWS - Puluhan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD Bandar Lampung, Minta Dewan Lakukan Ini

 Ini Alasan Mengapa RKUHP Ditolak Mahasiswa dan Elemen Masyarakat Sipil di Indonesia

Dia menjelaskan, banner tersebut kali terakhir tersimpan di dalam gudang rumah di kawasan Kampung Baru, Kedaton, Bandar Lampung.

Awalnya memang rumah itu akan dijual.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved