Hari Terakhir di DPR, Fahri Hamzah Ungkap Perasaannya: Teman-teman yang Sedih

Hari Terakhir di DPR, Fahri Hamzah Ungkap Perasaannya: Teman-teman yang Sedih

Taufik Ismail/Tribunnews.com
Hari Terakhir di DPR, Fahri Hamzah Ungkap Perasaannya: Teman-teman yang Sedih 

Hari Terakhir di DPR, Fahri Hamzah Ungkap Perasaannya: Teman-teman yang Sedih

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Menjelang berakhirnya masa jabatan anggota DPR RI periode 2014-2019, Tribunnews berkesempatan berbincang dengan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Beberapa staf Fahri Hamzah menyambut kedatangan wartawan saat memasuki ruang kerja Fahri Hamzah di lantai empat Gedung Nusantara IV, Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2019) sore

“Tunggu sebentar ya Pak, Bapak masih ada acara di bawah, mau teh atau kopi?” ujar seorang staf Fahri Hamzah.

Terlihat di ruang kerja Fahri Hamzah sebuah sofa diletakan di tengah ruangan.

Kemudian di ruangan tersebut pun terlihat meja kerja yang menghadap ke sebuah layar besar.

Ketika melihat di sekeliling ruangan, terlihat ada hal menarik.

Jelang berakhirnya masa jabatan, rak-rak buku yang ada di ruang kerja Fahri Hamzah sudah tampak kosong.

Tidak ada satu pun buku yang di letakan di rak yang berada di dua sisi ruangan tersebut.

Sementara di meja kerja Fahri Hamzah masih terlihat beberapa buku dan beberapa kertas yang belum dikemasi.

Fahri Hamzah Usulkan KPK Dibubarkan Saja, Sutradara Joko Anwar: Nggak Usul Bubarin DPR?

Fahri Hamzah Sebut Demo Mahasiswa Ada Permainan, Ungkap Selama Ini Sebel dengan Presiden

“Kalau soal itu saya orang yang terencana, beberapa hari sebelumnya saya sudah buat rencana. Itu sudah ada ratusan kardus, sudah saya pisahkan antara keperluan administrasi, keuangan, keperluan kantor, lalu antara barang negara atau barang milik saya sudah saya pisahkan, ada di sana kalau mau lihat,” ungkap Fahri Hamzah saat berbincang dengan Tribunnews.com di ruangan kerjanya.

Fahri hamzah mengatakan dirinya sudah memisahkan segalanya dengan baik agar tidak ada masalah di kemudian hari.

“Saya rigid kalau masalah itu. Saya panggil staf saya masih ada masalah atau tidak, kalau masih ada akan segera saya selesaikan. Besok Sabtu sudah terakhir mungkin,” ujarnya.

“Rumah dinas juga tak pernah saya pakai, hanya untuk menjamu teman atau bertemu orang,” tambahnya.

Fahri sendiri mengaku tidak merasa sedih harus meninggalkan ruang kerjanya.

Apalagi meninggalkan Kompleks Parlemen yang menjadi tempat kerjanya selama tiga periode.

Menurutnya apa yang dialaminya sekarang sebagai jalan perjuangan yang harus ditempuh.

“Saya tidak memandangnya secara personal, karena ini adalah jalan perjuangan, biasa ada naik turun dan lika-liku. Di ruang publik saya harus lebih menonjolkan rasional, tapi memang ada teman-teman yang sedih, staf saya ada yang sudah bekerja dengan saya sekitar 10 tahun sedih, tapi itu semua manusiawi lah,” kata Fahri.

Terakhir, sosok yang dikenal publik cukup kontroversial itu mengaku tak mau melibatkan keluarganya dalam urusan kemas-kemas barang di ruang kerjanya.

“Istri saya masuk ruangan ini mungkin baru sekali, anak saya juga. Saya dan istri memiliki prinsip bedakan antara keluarga dan pekerjaan, karena untuk menjadi contoh bagi anak-anak kami untuk tumbuh mandiri, tidak bergantung dengan orang lain,” katanya.

Diketahui, anggota DPR RI periode 2019-2024 akan dilantik pada 1 Oktober 2019.  

Fahri Hamzah Dipecat dari PKS

Fahri Hamzah tak lagi menjadi anggota DPR, apalagi sekarang dirinya tak bergabung dengan partai manapun.

Masih ingat kasus Fahri Hamzah dipecat dari PKS? 

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman, membenarkan informasi tentang telah dipecatnya kader PKS yang juga Wakil Ketiua DPR, Fahri Hamzah, dari keanggotaan partai tersebut.

Sohibul mengatakan, pemecatan terhadap Fahri dilakukan melalui putusan sidang Majelis Tahkim pada 11 Maret lalu.

PRESIDEN Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohammad Sohibul Iman di Universitas Bung Karno (UBK) Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018).
PRESIDEN Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohammad Sohibul Iman di Universitas Bung Karno (UBK) Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018). (Istimewa)

Informasi tersebut disampaikan Sohibul dalam pernyataan resmi DPP PKS, yang diunggah ke situs resmi PKS edisi Senin (4/4).

Sehari sebelumnya media massa ramai memberitakan adanya surat pemecatan terhadap Fahri Hamzah.

Dalam pernyataan resmi PKS itu disebutkan, putusan atas pemberhentian Fahri Hamzah diambil berdasarkan penilaian atas terjadinya tindak pelanggaran disiplin organisasi, antara lain berupa penyebaran berita yang menyebabkan rusaknya ukhuwah dan persatuan jamaah.

Kronologi yang diunggah ke situs PKS menyebutkan beberapa pernyataan Fahri dianggap kontroversial, kontraproduktif dan tidak sejalan dengan arahan partai.

Fahri sendiri sejak Januari 2016 lalu telah menjalani pemeriksaan oleh Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS, yang memberikan kesempatan kepada Fahri untuk mengklarifikasi sejumlah isu terkait tuduhan terhadap dirinya.

Pernyataan resmi dalam situs PKS menyebutkan.

"Pada sidang ketiga Majelis Tahkim tanggal 11 Maret 2016, setelah menimbang dan memperhatikan berbagai hal terkait dengan rekomendasi BPDO atas perkara Teradu dan penyikapan Teradu terhadap proses persidangan Majelis Tahkim, maka Majelis Tahkim memutuskan melalui putusan No.02/PUT/MT-PKS/2016 menerima rekomendasi BPDO yaitu memberhentikan Saudara FH dari semua jenjang keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera."

Putusan Majelis Tahkim itu disampaikan kepada DPTP PKS yang kemudian melimpahkannya kepada DPP PKS untuk menindaklanjutinya sesuai dengan AD/ART partai tersebut.

Sebelumnya Sohibul Iman mengaku sudah menandatangani SK DPP bertanggal 1 April 2016 dan sudah meminta pihak sekretariat untuk segera mengirimkan surat itu kepada Fahri.

Namun dia tidak bersedia memberitahukan isi SK tersebut.

"Saya akan cek apakah surat tersebut sudah sampai kepada yang bersangkutan atau belum. Karena itu saya belum bisa memberitahu isi SK DPP dan keputusan MT, sebelum jelas surat itu sampai kepada yang bersangkutan," kata Sohibul, Minggu lalu.

Sejak Sabtu (2/4), beredar di media massa salinan surat berlogo PKS yang pada bagian bawahnya terdapat kalimat yang menyatakan pemberhentian Fahri Hamzah dari keanggotaan PKS.

Tetapi Sohibul mengaku tidak mengetahui keaslian surat tersebut, meskipun dia mengaku sudah menandatangi SK DPP. (wip)

Penulis: Rizal Bomantama

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Fahri Hamzah Sudah Kemas Barang Pribadi di Ruang Kerja Pimpinan DPR Jelang Berakhirnya Masa Jabatan"

Disebut Najwa Shihab Berbelit-belit, Fahri Hamzah Malah Bikin Heboh

DPR Sahkan Revisi UU KPK, Fahri Hamzah: Pak Jokowi Merasa KPK Adalah Gangguan

 
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved