Mahasiswa FISIP Unila Meninggal
Mahasiswa Unila Meninggal Saat Diksar, Ibu Pingsan Lihat Anak Terbujur Kaku di Kamar Mayat
Ibunda almarhum bahkan langsung pingsan saat mengetahui sang anak telah terbujur kaku di Rumah Sakit Bumi Waras.
Mahasiswa Unila Meninggal Saat Diksar, Ibu Pingsan Lihat Anak Terbujur Kaku di Kamar Mayat
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Civitas akademika Universitas Lampung kembali berduka.
Seorang mahasiswanya, Arga Trias Tahta, jurusan Sosiologi FISIP, meninggal saat mengikuti pendidikan dasar (diksar) Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Cakrawala di Pesawaran. Saat ini polisi sedang menyelidiki kasus tersebut.
Suasana duka menyelimuti kediamanan almarhum di Dusun Wonokarto, Pekon Wonodadi, Kabupaten Pringsewu, Senin (30/9).
Kedua orangtua almarhum, Denny Muhtadin (53) dan Rosdiana (52), masih tidak percaya jika Arga telah berpulang menghadapi Ilahi.
Ibunda almarhum bahkan langsung pingsan saat mengetahui sang anak telah terbujur kaku di Rumah Sakit Bumi Waras. Dan saat proses pemakaman kemarin, ia pun tak kuasa menahan kesedihannya.
Denny menuturkan, kondisi tubuh Arga mengalami luka-luka dan lebam.
Arga pamit kepada dia dan ibunya untuk camping. Ia kemudian mengantar Arga mengikuti kegiatan itu. Ia bahkan sempat berpesan agar Arga tidak melakukan hal yang berbahaya.
• BREAKING NEWS - Pengakuan Korban Diksar UKM FISIP Unila: Dipukuli, Ditampar, dan Merayap Tanpa Baju
• Berita Tribun Lampung Terpopuler Senin 30 September 2019 - Mahasiswa FISIP Unila Tewas saat Diksar
"Kalau mau camping ya camping, tapi cari selamat saja. Jangan yang berbahaya-berbahaya," pesan Denny saat itu kepada Arga.
Arga berangkat mengikuti kegiatan UKM Cakrawala selama 4 hari sejak Kamis (26/9) hingga Minggu (29/9). Arga juga menginformasikan jika akan pulang hari Minggu.
Namun saat hari penjemputan, tak ada kabar darinya. Saat itu, Denny tidak mempunyai firasat, karena selalu mendoakan yang baik untuk anaknya. Sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu, dirinya mendapat telepon dari pihak Rumah Sakit Bumi Waras. Pihak rumah sakit itu mengabari jika anaknya dirawat di sana.
Denny bersama istrinya langsung menuju RSBW Bandar Lampung. Setibanya di RS, justru pihak RS meminta maaf karena sengaja tidak menerangkan apa yang sebenarnya terjadi pada Arga. Bahwa Arga sudah meninggal.
Menurut Denny, pihak RS menginformasikan putranya tiba di rumah sakit sudah dalam keadaan kaku. Ia pun melihat ke kamar mayat dan mendapati putranya terbujur memakai kaus dalam dan celana pendek. "Lihat kaki penuh dengan luka, memar dan biru, begitu juga muka dan tangannya," kata Denny.
Istrinya, Rosdiana yang melihat kondisi buah hatinya langsung pingsan. Denny sempat panik dan berupaya menyadarkan Rosdiana. Kemudian meminta jasad Arga dibawa pulang saja.
Denny sempat meminta visum atau autopsi kepada RSBW tapi tidak ada pelayanan tersebut dan menyarankan ke RSUDAM. Sehingga Arga dibawa kembali ke Pringsewu setelah istrinya meminta.