Tribun Lampung Selatan

Dinas TPHP Ajak Petani Bersihkan Irigasi Jelang Masuk Musim Penghujan

Dinas TPHP mengimbau kepada gabungan kelompok tani dan kelompok tani untuk dapat bergotong-royong membersihkan saluran-saluran air (irigasi).

Dinas TPHP Ajak Petani Bersihkan Irigasi Jelang Masuk Musim Penghujan
Tribunlampung.co.id/Dedi
Dinas TPHP Ajak Petani Bersihkan Irigasi Jelang Masuk Musim Penghujan 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – MenJelang memasuki musim penghujan pada akhir tahun, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lampung Selatan mengimbau kepada gabungan kelompok tani dan kelompok tani untuk dapat bergotong-royong membersihkan saluran-saluran air (irigasi).

Langkah ini untuk meminimalisir dampak banjir pada saat musim penghujan yang bisa mengancam tanaman padi petani.

Sementara disatu sisi, musim penghujan menjadi kesempatan bagi petani untuk bisa memaksimalkan lahan mereka.

“Kita mengajak Gapoktan dan juga Poktan untuk bersama-sama membersihkan saluran-saluran air/irigasi. Melakukan perbaikan secara swadaya jika ada tanggul-tanggul yang rawan jebol. Ini untuk meminimalisir dampak banjir saat penghujan nanti,” kata Plt kepala dinas TPHP Lampung Selatan, Noviar Akmal kepada tribun, selasa (1/10).

Menurut dirinya, untuk dinas TPHP pun telah berkoordinasi dengan dinas PUPR untuk bisa membantu melakukan normalisasi sungai.

Merokok di Kawasan Ini Siap-siap Didenda Rp 50 Ribu, Penjual Rp 500 Ribu

Seperti di wilayah kecamatan Candipuro pada sungai Way Kalam.

Noviar mengatakan, pasca kemarau panjang kerap diikuti dengan musim penghujan yang memiliki volume melebihi rata-rata.

Ini akan berpotensi terjadinya banjir yang bisa merendam areal persawahan.

Senggolan di Tempat Karaoke, Anggota Dewan dari PDIP Dikeroyok hingga Dilarikan ke ICU

“Dengan membersihkan saluran air, melakukan normalisasi serta menguatkan tanggul-tanggul. Harapannya bisa meminimalisir dampak dari banjir dikala musim penghujan,” terang dirinya.

Beberapa daerah sentra sawah di Lampung Selatan masuk dalam daerah rawan banjir. Seperti di kecamatan Candipuro, Sragi dan Palas.

Hampir disetiap musim penghujan daerah-daerah ini terjadi banjir yang merendam areal persawahan.

"Kita memiliki kendala yang unit. Saat kemarau petani kita kerap mengalami kesulitan air. Tetapi saat musim penghujan, luapan air justru merendam areal persawahan. Tentu kita tidak bisa melawan alam, tetapi kita perlu melakukan langkah meminimalisir dampaknya," terang dirinya.

 Berdasarkan informasi dari BMGK, ujarnya, untuk Lampung Selatan musim penghujan baru akan mulai diakhir Oktober dan awal November. Hujan akan merata pada pertengahan dan akhir November.(tribunlampung.co.id/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved