Tribun Bandar Lampung

BPBD Bandar Lampung Pasang 67 Plang Evakuasi Tsunami di Kecamatan Panjang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung akan memasang sebanyak 67 plang petunjuk evakuasi tsunami tahun ini 2019.

BPBD Bandar Lampung Pasang 67 Plang Evakuasi Tsunami di Kecamatan Panjang
USGS via kompas.com
Peta lokasi gempa di wilayah Banten, Jumat (2/8/2019) malam. Pusat Gempa Banten di Megathrust Selat Sunda, Pengamat Sebut Potensi Ketinggian Tsunami. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung akan memasang sebanyak 67 plang petunjuk evakuasi tsunami tahun ini 2019.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung M Rizki, Minggu (6/10/2019).

"Ini sedang mau pemasangan. Totalnya ada sebanyak 67 titik," terangnya.

Menurutnya, wilayah sementara dilakukan pemasangan plang petunjuk evakuasi tsunami tersebut yaitu di Kecamatan Panjang terlebih dahulu.

"Untuk tahun depan berlanjut lagi dan mudah-mudahan selesai kita anggarkan tiga tahun ke depan," jelasnya.

BREAKING NEWS - Akses Jalan Sulit Dilalui Damkar, BPBD Bandar Lampung Siagakan Personel di Lokasi

Rencana pemasangan plang petunjuk baru 10 persen dari total target 500-600 rambu hingga 2023. Tapi itu kami targetkan dan asumsikan selesai pada 2023," sambungnya.

Menurut Rizki, rambu petunjuk evakuasi saat ini sudah ada. Rambu yang sudah ada tersebut berasal dari bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Namun, pihaknya menganggap bantuan rambu itu masih sangat kurang. Untuk itu, pihaknya berharap, jalan lingkungan atau gang ada rambu-rambu petunjuk evakuasi.

“Tujuannya memudahkan warga. Dengan adanya rambu-rambu, kita berharap tidak menimbulkan kepanikan apabila terjadi sesuatu," kata Rizki. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandar Lampung Sutarno menyatakan, jarak ideal antara rambu satu dengan rambu lainnya paling jauh 200 meter.

"Selain itu, keberadaan rambu idealnya tidak hanya di jalan utama, tetapi juga di jalan-jalan lingkungan," paparnya.

Menurutnya,  kondisi rambu petunjuk evakuasi yang ada saat ini masih belum ideal. Satu di antaranya terkait jarak antar rambu mencapai 1-2 kilometer.

"Jarak antara satu rambu dengan rambu yang lain kadang ada yang mencapai lebih dari 1 km. Rambu yang ada ini juga hanya ada di jalan utama," ujarnya. (*)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved