Hari Cerebral Palsy Sedunia - Penyebab, Gejala dan Antisipasi Dini Cerebral Palsy (Lumpuh Otak)

Hari Cerebral Palsy Sedunia - Penyebab, Gejala dan Antisipasi Dini Cerebral Palsy (Lumpuh Otak)

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Sulis
Dokter Astri Pinilih SpA - Hari Cerebral Palsy Sedunia - Penyebab, Gejala dan Antisipasi Dini Cerebral Palsy (Lumpuh Otak) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID. BANDAR LAMPUNG - Setiap bulan Oktober menjadi momen peringatan Hari Celebral Palsy sedunia.

Namun belum banyak yang tahu mengenai apa itu celebral palsy.

Dokter Astri Pinilih SpA dari Klinik Tumbuh Kembang Anak Pelangi Hati Jalan MH Thamrin Nomor 26 Kelurahan Gotong Royong, Tanjungkarang Pusat membeberkan, cerebral palsy atau lumpuh otak merupakan gangguan gerakan dan postur yang terjadi akibat kerusakan pada sel motorik di susunan saraf pusat.

"Hari Cerebral Palsy sedunia diperingati setiap hari Rabu di minggu pertama tiap bulan Oktober," beber dokter spesialis anak lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ini kepada Tribun Lampung, Kamis (10/10/2019).

Penyakit ini disebabkan oleh gangguan perkembangan otak saat bayi masih dalam kandungan, ketika proses persalinan atau dua tahun pertama setelah kelahiran.

Beberapa kondisi menurur dr Astri dapat menjadi faktor resiko cerebral palsy.

Seperti bayi lahir prematur, bayi lahir tidak langsung menangis, infeksi selama kehamilan, infeksi pada otak seperti meningitis, perdarahan otak, keracunan logam berat, kelainan genetik dan lainnya.

VIDEO: Idap Cerebral Palsy, Adinda Tak Bisa Bergerak dan Makan

Gejala cerebral palsy meliputi adanya gangguan gerak dan postur tubuh seperti badan kaku atau malah lunglai, refleks menggenggam pada bayi yang hilang, hingga keterlambatan perkembangan.

"Selain itu anak cenderung menyeret salah satu tungkai saat merangkak, gaya berjalan yang tidak normal seperti berjinjit, mengeluarkan air liur secara terus menerus, hingga kesulitan dalam menelan dan lainnya," ungkap dokter berhijab ini.

Anak dengan cerebral palsy membutuhkan bantuan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya serta kemampuan beraktivitas secara mandiri salah satunya melalui fisioterapi.

Fisioterapi pada anak cerebral palsy bertujuan untuk meningkatkan kemampuan gerak, kekuatan otot, serta mencegah kontraktur yang dapat membuat gerakan anak terbatas.

Selain itu dibutuhkan terapi okupasi untuk membantu pasien dalam melatih kemandirian dan kepercayaan diri.

Sedangkan terapi bicara dilakukan untuk mengatasi gangguan dan keterlambatan bicara pada anak.

"Orangtua yang memiliki anak dengan gejala celebral palsy bisa berkonsultasi ke dokter spesialis anak atau mengunjungi klinik tumbuh kembang anak agar buah hatinya bisa mendapatkan penanganan segera," tandasnya.(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia M)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved