Liga 1 2019
Musim Depan Badak Lampung Tak Lagi Berlatih di Stadion Sumpah Pemuda
Perseru Badak Lampung FC tidak akan menggunakan Stadion Sumpah Pemuda untuk latihan pada pergelaran Liga 1 musim depan.
Penulis: Tama Yudha Wiguna | Editor: Daniel Tri Hardanto
Musim Depan Badak Lampung Tak Lagi Berlatih di Stadion Sumpah Pemuda
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perseru Badak Lampung FC tidak akan menggunakan Stadion Sumpah Pemuda untuk latihan pada pergelaran Liga 1 musim depan.
Badak Lampung FC berencana menggunakan dua lapangan terpisah.
Stadion Sumpah Pemuda hanya akan dipakai untuk pertandingan.
Sementara lapangan lainnya digunakan khusus untuk sesi latihan.
Manajer Badak Lampung Dany Aulia mengatakan, tidak menutup kemungkinan skuat Laskar Saburai akan menambah fasilitas di musim depan.
Salah satunya adalah lapangan khusus untuk menggelar latihan.
Hal ini dilakukan untuk memberi kenyamanan bagi para pemain serta menjaga kualitas rumput Stadion Sumpah Pemuda.
“Untuk tahun (musim) ini, kami masih menggunakan ini (Stadion Sumpah Pemuda). Tidak tahu tahun depan, kami coba cari lapangan lain atau membuat lapangan sendiri yang khusus untuk latihan,” kata Dany Aulia, Rabu (9/10/2019).
• Markas Badak Lampung Alami Perkembangan Signifikan, Ini Kata Media and Public Relation PT LIB
• Pemain Perseru Badak Lampung FC Terpilih dalam Garuda Select Jilid Kedua: Kami Bangga
Dany menjelaskan, pihaknya terus berbenah dan mencoba memberikan yang terbaik mengingat Laskar Saburai merupakan tim pendatang anyar yang baru mencicipi ajang kompetisi Liga 1 di musim ini.
“Seperti kata Pak Marco (CEO Perseru Badak Lampung) di musim pertama kami coba fokus ke tim dan tahun berikutnya kami akan prioritaskan fasilitas dan prestasi klub, salah satunya tempat latihan khusus pemain,” ungkap Dany.
Namun, sejauh ini kondisi rumput lapangan Stadion Sumpah Pemuda masih sangat terjaga meski digunakan untuk menggelar pertandingan dan latihan skuat Laskar Saburai.
“Alhamdulillah juga stadionnya tetap terawat. Buktinya kemarin sudah mengalami sampai kuning (rumput kering) dan sekarang jauh lebih hijau lagi,” ujarnya.
“Kita juga masih ada garansi perawatan lapangan dari Lestarindo, kita tinggal membiayai perwatannya saja,” lanjutnya.
Ia meneruskan, sejauh ini pihak manajemen telah menimbang sejumlah lapangan yang bakal cocok dan dinilai layak menjadi lokasi latihan skuat Badak Lampung.
“Kita sudah melihat-lihat beberapa lapangan, salah satunya di Natar Yonif (Lapangan Batalyon Infanteri 143/TWEJ) bagus. Lapangan Margodadi itu juga bagus, tapi karena sekarang masih kemarau jadi kualitas lapangannya ikut rusak,” tambahnya.
Pihaknya tidak ingin terburu-buru menentukan lapangan mana yang nantinya akan pilih, karena tempat latihan adalah salah satu bagian vital.
“Terlebih untuk saat ini cuaca yang menjadi kendala kita, setelah kemarin kemarau di Lampung panas kering dan merusak lapangan. Tentu akan ada permukaan lapangan yang keras, resiko cedera untuk pemain ketika latihan akan lebih besar. Kita tidak ingin mengambil risiko ini,” jelasnya.
Di sisi lain, Dany mengharapkan komunikasi yang telah terjalin antara Perseru Badak Lampung dengan pemerintah setempat agar tetap terjaga dan berlangsung dengan baik.
Pasalnya keberadaan Badak Lampung merupakan salah satu bentuk kebangkitan sepak bola Lampung.
"Mudah-mudahan sinergi program kita, dapat berjalan dengan baik ke depannya,” pungkasnya.
• Renovasi Selesai, Stadion Sumpah Pemuda Siap Jadi Markas Perseru Badak Lampung FC
Dikonfirmasi terpisah, Media and Public Relation Manager PT Liga Indonesi Baru (LIB) Hanif Marjuni menjelaskan, pihaknya sebagai badan operator resmi Liga 1 2019 tidak menetapkan peraturan tertentu, yang mewajibkan sebuah klub Liga 1 untuk memiliki tempat latihan terpisah dari stadion utama.
“Semuanya kembali kita serahkan kepada masing-masing klub, tergantung dari kemampuan finansialnya. Jika mereka mampu memiliki dua stadion, tentu itu jauh lebih baik,” tandasnya. (Tribunlampung.co.id/Tama Yudha Wiguna)