Tribun Lampung Barat

Sempat Tertahan di PLTA Tanggamus, 12 Gajah Mulai Bergeser Ke TNBBS

Sempat Tertahan di Perbatasan Tanggamus-Lampung Barat, 12 Gajah Mulai Bergeser Ke TNBBS

Sempat Tertahan di PLTA Tanggamus, 12 Gajah Mulai Bergeser Ke TNBBS
Tribunlampung.co.id/Ade
Sempat Tertahan di PLTA Tanggamus, 12 Gajah Mulai Bergeser Ke TNBBS 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ade Irawan

TRIBUBLAMPUNG.CO.ID, SUOH - Sudah satu bulan berlalu semenjak diberitakan 12 gajah membuat geger warga di kecamatan suoh karena memasuki perkebunan dan pemukiman warga setempat. 

Sejak saat itu warga berusaha menghalau gajah-gajah tersebut agar kembali masuk ke wilayah hutan Taman Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Informasi terkini pada hari jumat (11/10/2019), pukul 10.00 WIB gajah berada di bendungan PLTA tanggamus yang terletak di perbatasan antara kabupaten Tanggamus dan kabupaten Lampung Barat (Lambar). 

Tidak berani untuk naik ke daratan karena ditahan oleh kedua belah pihak masyarakat baik dari Lambar maupun Tanggamus mereka saling bertahan agar gajah tersebut tidak mengarah ke wilayahnya masing-masing.

Melihat situasi tersebut petugas yang terdiri dari gabungan Polres lampung Barat subsektor suoh, Polres Tanggamus/Brimob PLTA, TNI/BABINSA Tanggamus, TNI/BABINSA lampung Barat, Sat.POL.PP Lampung Barat kasi trantib kec. Suoh, TNBBS, Polhut, Dishut provinsi/KPH Provinsi, KORUT, Camat Suoh.

Dengar Suara Gajah, Warga Suoh Tak Berani Melintas

Kemudian Peratin sidorejo kec. Suoh, Peratin sidomulyo tanggamus, Kadus Batu tumpah Tanggamus, Bhabinkamtibmas kec bns, Bhabinkamtibmas tanggamus, Mohot/pawang gajah dari TNBBS, mengajak kedua belah pihak berunding dan mengambil sikap untuk menyelamatkan gajah keluar dari bendungan/air.

Kawanan Gajah Rusak Rumah Warga di Suoh Lampung Barat

“Kami berusaha memberikan penjelasan kepada kedua belah pihak warga agar bisa menahan diri, karena kalau terlalu lama dibiarkan di dalam air gajah bisa stres, untuk itu kita mencari solusi agar kedua belah pihak mundur dan membiarkan gajah naik kedaratan,"

"Membiarkan gajah untuk naik ke daratan beristirahat dan makan sebelum dievakuasi,” ungkap Lekat Apriadi Kasi trantib Satpol Pp, Kecamatan Suoh Lambar.

Beruntung pukul 16.00 WIB kedua belah pihak sepakat untuk menahan diri dan membiarkan gajah untuk keluar dari air, hingga pukul 17.30 WIB situasi terkendali dan gajah sudah menepi di pinggir bendungan mengarah ke Kab Tanggamus.

“Gajah akan dievakuasi atau digiring melalui jalur tanggamus karena lebih dekat dengan Taman Nasional yang berjarak hanya 3,5 kilo, dibandingkan melalui Lambar dengan Taman Nasional jaraknya 25 kilo,” jelas Lekat.

“Petugas akan terus memantau pergerakan gajah, petugas mengimbau kepada masyarakat Tanggamus agar menjaga rumah yang akan dilalui gajah untuk membuat api di dekat rumahnya, hingga gajah melewati pemukiman warga dan kembali masuk hutan yang memang menjadi habitat mereka,” pungkasnya.(Tribunlampung.co.id/Ade Irawan)

Penulis: Ade Irawan
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved