Partai Pengusung Jokowi-Maruf Tak Keberatan Gerindra Gabung
Dalam dunia politik tak ada kawan dan lawan abadi, yang ada, hanyalah kepentingan ungakpan ini ada benarnya jika kita melihat konstelasi politik
Penulis: Romi Rinando | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID- Dalam dunia politik tak ada kawan dan lawan abadi, yang ada, hanyalah kepentingan ungakpan ini ada benarnya jika kita melihat konstelasi politik nasional akhir-akhir ini.
Dimana ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang selama ini menjadi rival berat dari Presiden joko Widodo terlihat mesra dengan partai koalisi Jokowi.
Prabowo akhir-akhir ini terus melakukan road show politik bertemu dengan ketua umum sejumlah partai pendukung Joko Widodo -Ma'ruf Amin.
Bahkan sejumlah partai politik koalisi pendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dikabarkan memberi karpet merah bagi Partai Gerindra yang disebut-sebut ingin bergabung.
Meski penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi, namun sejumlah pimpinan parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf menyatakan, tidak keberatan apabila Gerindra bergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan.
Setelah bertemu dengan Presiden Jokowi pada Jumat (11/10/2019) lalu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan safari politik ke beberapa ketum parpol. Minggu (13/10/2019) malam lalu, Prabowo bertemu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di kediaman Paloh, Permata Hijau, Jakarta Selatan.
• Ada Kompromi Politik Megawati dan Prabowo di Balik Terpilihnya Bambang Soesatyo
• Pengakuan Relawan Prabowo Sandi Divonis Bebas Kasus Video Penggal Jokowi, tak Pernah Dibesuk Rekan
• Rocky Gerung Kritik Keras Prabowo yang Akan Gabung Jokowi
Dalam pertemuan, itu Prabowo dan Paloh membahas agenda politik setelah pemilu dengan menyamakan persepsi untuk menghadapi tantangan lima tahun ke depan.
Sementara, Paloh mengatakan, tidak mempermasalahkan semisal Gerindra merapat ke koalisi.
Asalkan satu semangat untuk mengedepankan kepentingan nasional dan memiliki kesepahaman visi dan misi dengan partai-partai pengusung Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.
Safari politik Prabowo berlanjut ke ketum parpol lainnya. Senin (14/10/2019) malam, Prabowo menemui Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin.
Pertemuan sekitar dua jam itu dilangsungkan di kantor DPP PKB, jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Seusai memberikan keterangan terkait pertemuan, Cak Imin sempat ditanya wartawan tentang sikapnya apabila Gerindra bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/5/2019).(KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Cak Imin mengatakan, pihaknya sama sekali tidak keberatan jika Partai Gerindra bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah dan kadernya masuk ke dalam kabinet Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Iyalah, enggak apa-apa. Yang namanya kerja sama untuk kepentingan rakyat, di mana saja, siap di mana saja," ujar Muhaimin. Muhaimin mengatakan, dirinya akan mendukung segala bentuk kerja sama yang menuju pada pembaruan dan perbaikan bangsa.
"Ya, semua aspek yang menuju pembaruan dan perbaikan bangsa kita akan lakukan kerja sama," tutur dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/partaipengusungjokowi-maruf-tak-keberatangerindragabung-tapi-prabowo-masih-tunggurakernas.jpg)