KA Babaranjang Tabrak Mobil
BREAKING NEWS - Dishub Lampung Utara Siagakan 2 Orang Personel di Perlintasan KA Wonogiri
BREAKING NEWS - Dishub Lampung Utara Siagakan 2 Orang Personel di Perlintasan KA Wonogiri.
Penulis: anung bayuardi | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Dalam 4 tahun terakhir, di Lampung Utara tidak terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api.
Kecelakaan di perlintasan kereta api, satu unit mobil Toyota Avanza BE 1531 JC dihantam kereta babaranjang di perlintasan Km 93.2/3 Wonogiri, Kotabumi, Lampung Utara, Sabtu (19/10/2019) siang, menjadi yang pertama setelah 4 tahun terakhir ini.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Utara, Basirun Ali, Sabtu, 19 Oktober 2019
“Catatan kami di Dishub Lampura sudah tidak pernah ada kereta api tabrak kendaraan di perlintasan kereta api,” kata Kepala Dishub Lampung Utara, Basirun Ali, Sabtu 19 Oktober 2019.
Untuk meminimalisir kejadian serupa, kata Basirun Ali, pihaknya sudah menyiapkan personel untuk mengatur lalu lintas di perlintasan kereta api, terutama yang tidak memiliki palang pintu.
“Setiap hari akan ada 2 orang petugas yang jaga di perlintasan kereta api, mereka bekerja secara shif,” ujar Basirun Ali.
• BREAKING NEWS - Mobil Terseret Sejauh 10 Meter Usai Tertabrak KA Babaranjang
• BREAKING NEWS - Avanza Dihantam Kereta Babaranjang di Kotabumi, Satu Korban Kritis
Mengingat pentingnya palang pintu, terutama di perlintasan kereta api yang menjadi lokasi kecelakaan tersebut, Basirun Ali memastikan, PT KA akan menambah palang pintu perlintasan.
"Untuk petugasnya, nanti kami yang siapkan," ucap lanjut Basirun Ali.
"Pembangunan ruang jaga untuk penjaga juga sudah dipersiapkan Pemkab Lampung Utara. Mudah-mudahan perlintasan kereta api di Wonogiri sudah ada palang pintunya tahun depan,” tandas Basirun Ali.
Masuk Jam Istirahat
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lampung Utara Basirun Ali mengatakan saat peristiwa kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api, ada petugas yang berjaga.
Namun, memang saat itu waktunya di pukul 12.15 WIB waktunya jam istrirahat.
“Jam segitu memang waktunya istirahat kemudian berganti shif,” katanya, Sabtu 19!Oktober 2019.
Menurutnya, penjaga di tempat tersebut ada dua orang.
Waktunya masing masing berjaga 12 jam.
Petugas penjaga bekerja lebih berat dikarenakan di tempat itu belum ada palang pintunya.
“Petugas mengatur kendaraan untuk diberhentikan ketika kereta akan lewat.
Kalau ada palang pintu, petugas tinggal menurunkan palang pintunya,” ujarnya.
Namun, di saat tadi biasanya waktu tersebut tidak ada kereta yang lewat, seperti kereta penumpang ataupun kereta Babaranjang.
Sebelumnya, di kabupaten Lampung Utara, sebanyak 11 titik perlintasan kereta api liar akan ditutup demi pentingnya keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan kereta api.
Dalam kegiatan ini, turut juga melibatkan Dinas Perhubungan bekerjasama dengan pihak Divre PT KAI (Persero) Tanjung Karang, Polres Lampura dan pihak dari masyarakat ketua lingkungan setempat.
Kasi Keselamatan Transportasi, Gunawan, mewakili Kepala Dinas Perhubungan Lampung Utara, Abasirun, mengatakan, penertiban perlintasan-perlintasan liar dengan cara memortal disekitaran wilayah perkotaan, yang merupakan program pemerintah daerah dalam upaya pentingnya keselamatan berlalu lintas.
“Hari ini pemortalan perlintasan liar di tiga titik, yakni dijalan pelangi 2 km. 96+0/1/Cimahi Km 96+7/8 dan Kampung Tempel Km 90/0,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Satu Korban Meninggal
Satu dari tiga orang penumpang minibus yang tertabrak kereta api penumpang di perlintasan KM 93.2/3 Wonogiri, Kotabumi, Lampung Utara, Sabtu (19/10/2019) siang meninggal dunia.
Kasat Lantas Polres Lampung Utara, AKP M Yani Endang menuturkan, ketiga penumpang mobil monibus BE 1531 JC yang merupakan korban kecelakaan tabrakan antara mobil avanza BE 1531 JC dengan KA 3001 D dari arah Stasiun Kotabumi ke Bandar Lampung itu terjadi di perlintasan Wonogori, Kotabumi.
"Ada tiga orang korban yang merupakan penumpang mobil minibus BE 1531 JC, satu orang korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit umum kotabumi atas nama Sarinah usia 67 tahun, warga Perum Kuto Alam Permai, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara," kata Kasat.
Sementara dua orang lainnya, ibu dan anak (Junaida dan Abdulrahman) masih di rawat di RSUD HM Ryacudu Kotabumi, keduanya beralamat tempat tinggal di Jalan Melati Nomor 1, RT 001, RW 001 Talang Jambe, Sukarame, Bandar Lampung.
"Setelah mendapatkan informasi anggota langsung ke TKP dan membawa korban ke rumah sakit umum, lalu kita berkoordinasi dengan pihak jasaharja untuk biaya pengobatan dan santunan korban, dan kasus laka ini masih ditangani oleh Satlantas Polres Lampung Utara," ujar AKP M Yani.
Tanpa Palang Pintu
Perlintasan kereta api di lokasi kecelakaan memang belum ada palang pintu.
Hal ini dibenarkan oleh Kanit Lakalantas Polres Lampung Utara, Iptu Syafei, Sabtu 19 Oktober 2019.
Menurutnya ada petugas yang mengatur laju kendaraan, jika ada kereta api yang akan lewat.
Pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan tersebut.
Saat ini, tambah dia korban sudah di RSU Ryacudu Kotabumi.
“Ada yang luka parah satu orang sampai tidak sadarkan diri,” jelasnya.
Ia mengimbau kepada warga jika akan melintas di perlintasan kereta api, dahulukan laju kereta api.
Apalagi ketika lewat di perlintasan tanpa palang pintu, sebaiknya lebih berhati-hati.
Terseret 10 meter
Menurut pantauan di lokasi, mobil Avanza yang tertabrak kereta api babaranjang, di Wonogiri mengalami ringsek di bagian kanan.
Diduga, kendaraan tersebut tertabrak di bagian kanan bodi mobil.
Pintu depan dan tengah mobil ringsek.
Mobil diduga terseret sekitar 10 meter dari lokasi kejadian.

Kanit lakalantas, Polres Lampung Utara Iptu Syafei membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut.
Dimana, kecelakaan terjadi antara mobil Toyota Avanza dikemudikan oleh Junaida dari arah Wonogiri dalam menuju ke Taruko.
Sedangkan kereta api babaranjang dari arah Palembang menuju arah Bandar Lampung.
• BREAKING NEWS - Avanza Dihantam Kereta Babaranjang di Kotabumi, Satu Korban Kritis
“Penyebab kecelakaannya masih kita selidiki,” katanya.
Anggota sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Korban yang mengalami luka juga sudah dibawa ke RSU Ryacudu Kotabumi. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)