Mobil Terbakar di Tol Lampung

BREAKING NEWS: Korban Tewas Peristiwa Mobil Terbakar di Tol Lampung Dimakamkan di 1 Liang Lahat

BREAKING NEWS: Korban Tewas Peristiwa Mobil Terbakar di Tol Lampung Dimakamkan di 1 Liang Lahat

BREAKING NEWS: Korban Tewas Peristiwa Mobil Terbakar di Tol Lampung Dimakamkan di 1 Liang Lahat
Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi
Suasana pemakaman keempat korban tewas dalam peristiwa mobil terbakar di Tol Lampung, Minggu, 20 Oktober 2019. Keempat korban tewas dimakamkan dalam satu liang lahat. 

Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polres Tulangbawang Inspektur Satu Endrie Ramanata yang kebetulan melintas turut memvideokan peristiwa itu.

Dalam video tampak dua bocah, Pricillia dan Vania, terduduk dan menangis di tepi jalan.

Darah mengalir di wajah Pricillia, siswi kelas 4 SD Negeri 5 Talang, tersebut. Sejumlah pengendara menenangkan keduanya.

Dua bocah ini selamat setelah seorang pengendara mengeluarkan mereka dari mobil melalui pintu belakang.

"Ada pengendara lain yang berhenti, lalu menolong mereka,” ujar Kasat Lantas Polres Lamsel AKP Kasyfi.

Sementara empat penumpang lainnya tidak tertolong. Pasalnya, api berkobar hebat dari bagian kap hingga kursi depan mobil.

Dari video terdengar seorang pengendara mengatakan api melalap habis mobil, termasuk empat penumpang di dalamnya.

Peristiwa ini sempat membuat arus lalu lintas di tol tersendat. Mobil-mobil di jalur sebelah berjalan lambat karena melihat mobil terbakar.

Sementara di jalur mobil yang terbakar, arus kendaraan terhenti karena menunggu pemadaman api.

Menangis Histeris

Setelah petugas kepolisian dan pemadam kebakaran tiba, pemadaman api yang melahap mobil dan evakuasi empat korban dilakukan.

Empat korban dievakuasi ke RS Bhayangkara, Bandar Lampung.

Pantauan Tribun Lampung, ibu paruh baya langsung menangis histeris setibanya di Instalasi Forensik RS Bhayangkara.

Dia adalah ibu kandung Hadi Prayitno.

"Astagfirullah. Tak telepon dari kemarin gak ngangkat-ngangkat. Gak tau ke mana anakku ini," ucap ibu korban yang terduduk di kursi tunggu.

Sejumlah kerabat dan perawat RS pun menenangkan ibu korban yang memakai baju ungu dan celana panjang biru ini.

Setelah proses identifikasi sekitar delapan jam, empat jenazah korban ditempatkan di peti mati untuk dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans.

Dua jenazah di antaranya diletakkan di satu peti yang sama.

Duka menyelimuti kerabat saat proses tiga peti berisi empat jasad diangkat dan ditempatkan di tiga ambulans.

Tiga ambulans itu masing-masing milik RS Bhayangkara, Komunitas Mutiara Independent (Komil) Lampung, dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Lampung.

Sri Ayem (50), bibi korban, mengungkapkan empat jenazah dibawa ke rumah duka di Melungun Ratu, Sungkai Tengah, Lampura.

"Tapi mampir ke Metro sebentar untuk didoakan," katanya. 

Dapat Santunan

PT Jasa Raharja akan memberikan santunan kepada keluarga empat korban meninggal dunia dalam peristiwa ini.

Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Cabang Lampung Benyamin Bob Panjaitan memastikan hal itu seusai melihat kondisi empat korban di RS Bhayangkara.

"Sejauh ini, korban meninggal ada empat orang. Untuk korban meninggal, kami akan memberikan santunan Rp 50 juta kepada ahli waris," ujarnya.

Jika korban tidak memiliki ahli waris, maka pihaknya akan memberikan santuan berupa biaya pemakaman.

Tambah Rambu-rambu

Terkait lakalantas kesekian kalinya di tol Bakauheni-Terbanggi Besar, PT Hutama Karya selaku pengelola tol Bakauheni-Terbanggi kembali mengimbau para pengguna tol agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas di sepanjang tol.

“Kami imbau para pengguna tol mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada di sepanjang tol serta peraturan lalu lintas di tol.

Para pengguna jasa tol harus mengutamakan keselamatan," pesan Kepala Cabang PT HK Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Hanung Hanindito, Sabtu.

Tak Kuat Tahan Hawa Nafsu, Pemuda Ini Lampiaskan Hasrat ke Nenek Usia 55 Tahun

Pihaknya juga mengimbau para pengguna tol mengecek kondisi kendaraan sebelum masuk tol. Selain itu, apabila lelah datang saat berkendara, pengendara sebaiknya beristirahat.

"Jika kondisi fisik lelah, bisa istirahat di rest area yang ada sementara," kata Hanung.

"Kami juga berencana menambah rambu-rambu di tol untuk mengingatkan para pengguna tol saat berkendara," imbuhnya. (tribunlampung.co.id/anung bayuardi)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved