Tribun Tulangbawang

Kementan Diminta Revitalisasi Tanggul Penangkis di Rawapitu

Petani padi di Kampung Bumi Sari, Rawa Ragil dan Gedung Jara, Kecamatan Rawa Pitu, Tulangbawang meminta Kementerian Pertanian merevitalisasi tanggul

Kementan Diminta Revitalisasi Tanggul Penangkis di Rawapitu
istimewa
tanggul penangkis di Rawapitu 

Kementan Diminta Revitalisasi Tanggul Penangkis di Rawapitu

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAWAPITU - Petani padi di Kampung Bumi Sari, Rawa Ragil dan Gedung Jara, Kecamatan Rawa Pitu, Tulangbawang meminta Kementerian Pertanian merevitalisasi tanggul penangkis sepanjang 4000 meter di wilayah itu.

Pasalnya, saluran air sepanjang 400 meter untuk mengairi sawah petani yang dibuat pemerintah belasan tahun lalu itu kini kondisinya mengalami pendangkalan dan ditumbuhi rumput liar.

Dampak Kemarau, Hasil Panen Padi Petani di Rawapitu Tulangbawang Menurun Hingga 50 Persen

Akibatnya air dari sungai Way Pidada kesulitan untuk masuk melalui saluran itu.
Petani sendiri kesulitan memasok air ke lahan sawah.

Dangkalnya saluran air tersier itu tidak mungkin dilakukan pengerukan dengan tenaga manusia, dan mesti menyertakan alat berat.

Sukur Anwar, Ketua Gapoktan Rawa Ragi, menuturkan, kondisi dangkalnya saluran air tanggul penangkis sudah lama dikeluhkan petani.

Apalagi, saluran air yang dibuat pemerintah itu sangat vital bagi petani karena menjadi satu-satunya yang dapat memasok air sungai ke sawah milik warga.

Jika saluran air itu tersumbat atau terhenti dikhawatirkan berdampak pada aktivitas tanam padi di sawah.

Infrastruktur Jalan di Rawapitu Rusak

Kondisi ini, menurut Sukur, bisa berdampak pada menurunnya hasil produksi padi petani di Rawapitu. "Kami minta Kementerian Pertanian dapat merevitalisasi saluran itu dan memperbaiki beberapa pintu air," tutur Sukur diamini Ari Ketua Gapoktan Gedung Jaya dan Slamet Gapoktan Bumi Sari, Minggu (20/10).

Menurutnya saluran tanggul penangkis itu melewati Kampung Bumi Sari, Rawa Ragil dan Gedung Jaya. Saluran itu selama ini berfungsi memasukan air dari sungai Way Pidada ke sawah petani.(end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved