Lakalantas Truk Batu Bata vs Grand Max
BREAKING NEWS - Lakalantas Truk Batu Bata vs Grand Max di Lamteng, Berikut Data 13 Korban
Peristiwa mobil terbakar setelah terlibat tabrakan terjadi lagi di Lampung. Kali ini di Lampung Tengah.
Penulis: syamsiralam | Editor: Yoso Muliawan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Peristiwa mobil terbakar setelah terlibat tabrakan terjadi lagi di Lampung.
Kali ini, Selasa (22/10/2019) pagi sekitar pukul 05.00 WIB, peristiwa serupa terjadi di Lampung Tengah. Tepatnya di Simpang Agro, Kecamatan Bandar Mataram.
Sebelumnya, peristiwa mobil terbakar setelah terlibat tabrakan terjadi di Jalan Tol Trans Sumatra ruas Metro-Natar, Lampung Selatan, Sabtu (19/10/2019).
Dalam peristiwa terbaru di Lamteng, tabrakan maut melibatkan satu unit truk pengangkut batu bata dan mobil Gran Max.
Dikabarkan total 13 orang menjadi korban. Enam orang (sebelumnya diberitakan empat orang) di antaranya dikabarkan meninggal dunia.
Mustopa, warga setempat, mengungkapkan truk bermuatan batu bata berjalan dari Lamteng menuju Tulangbawang via jalan lintas timur. Sementara mobil pribadi Grand Max dari arah Tuba menuju Terbanggi Besar, Lamteng.
"Nggak begitu jelas bagaimana kecelakaannya. Tapi, mobil pribadi terbakar di lokasi," ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun Tribun Lampung, berikut data korban lakalantas maut ini:
Korban dari Truk BE 8135 QP
1. Dasimanto
Umur: 30 th
Alamat: Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah (Luka bakar tangan kanan)
2. M Saleh Akbar
Umur: 23 th
Alamat: Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Lamteng (Luka bakar tangan kanan dan muka)
3. Syafei
Umur: 35 th
Alamat: Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Lamteng (Luka bakar di wajah, patah kaki kiri)
4. Watno
Umur: 37th
Alamat: Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Lamteng (Luka bakar tangan kanan)
5. Siti Khalifah
Umur: 35 th
Alamat: Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Lamteng (Luka sobek di muka)
6. Soleman
Umur: 10 th
Alamat: Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Lamteng (Memar di kepala)
7. Kasirin
Umur: 35 th
Alamat: Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Lamteng (Meninggal dunia)
8. Rano
Umur: 30th
Alamat: Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Lamteng (Meninggal dunia)
9. Nabila
Umur: 9 th
Alamat: Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Lamteng (Meninggal dunia)
10. Narjo
Umur: 60 th
Alamat: Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Lamteng (Meninggal dunia)
11. Riyanto (Pengemudi truk)
Umur: 35th
Alamat: Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Lamteng (Luka lecet di kepala)
Korban dari Grand Max BD 9175 EZ
Dikabarkan ada dua korban jiwa dari Grand Max. Namun, identitas dua korban belum bisa diidentifikasi. Kondisinya mengalami luka bakar menyeluruh di tubuh.
Terdengar Ledakan
Menurut warga lainnya, Jumardi, suara ledakan terdengar dari tabrakan maut antara truk batu bata versus Gran Max tersebut.
Bahkan, suara ledakan terdengar dalam radius 200 meter dari lokasi kejadian di Simpang Agro, Bandar Mataram, Lamteng. Dugaan sementara, ledakan terjadi akibat mobil terbakar.
"Kedengaran suara dum (ledakan) gitu. Karena 'kan suasananya masih sepi (pagi buta), ya. Sumbernya dari mobil yang kecelakaan itu," kata Jumardi, Selasa (22/10/2019).
Ia menjelaskan, setelah terdengar suara dentuman, sejumlah warga menuju sumber ledakan. Ternyata terjadi lakalantas berujung mobil terbakar.
"Saat saya ke lokasi, sudah ada yang meninggal dan kondisinya di dalam mobil," beber Jumardi.
"Sebagian lainnya dibawa pakai ambulans, ditolong warga," imbuhnya.
Batu Bata berjatuhan
Seorang pengendara yang melintas, Soni, menjelaskan, saat melintas, ia melihat mobil pribadi sudah dalam keadaan terbakar.
"Yang truk, bermuatan (batu) bata kayaknya. Soalnya, banyak batu bata berjatuhan di jalan," ujarnya.
"Yang mobil pribadi, ringsek dan terbakar seluruhnya," sambung Soni.
Dugaan sementara, setelah terjadi tabrakan, mobil Grand Max terpental ke arah kanan jalan sejauh 100 meter.
Sementara kondisi truk ringseng di bagian depan dengan posisi berada di bahu jalan.
Penumpang Gran Max Terpanggang
Sejumlah saksi mata mengungkapkan lakalantas di Simpang Agro, Bandar Mataram, Lamteng, terjadi karena truk melaju tak terkendali di tikungan.
Edi, yang mengutip keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi, menjelaskan, lakalantas terjadi antara truk bermuatan batu bata dan mobil pribadi.
"Katanya di tikungan truk tidak bisa mengendalikan laju. Dari arah depan (Tuba), ada mobil pribadi melaju, sehingga terjadi tabrakan," kata Edi, Selasa (22/10/2019).
Edi melanjutkan, setelah tabrakan, keluar percikan api, lalu mobil pribadi seketika terbakar.
"Yang mobil pribadi terbakar, katanya, ada dua orang di dalamnya yang terbakar. Tapi saya tidak tahu persis apa korban meninggal terbakar atau karena yang lainnya," ujarnya.
Wawan, warga lainnya, menyebutkan batu bata berjatuhan dari truk ke jalan setelah tabrakan.
Sementara empat orang yang meninggal dunia langsung dievakuasi oleh warga dan polisi.
(tribunlampung.co.id/syamsir alam)